Cakrawalaasia.news, JAKARTA – Kepala BNN RI melakukan audiensi dengan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di Jakarta, pada Rabu (10/6). Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana kolaborasi pada peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) 2026, sekaligus menjajaki pembaruan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).
Kepala BNN RI, Suyudi Ario Seto, menyampaikan bahwa BNN dan Kementerian PPPA memiliki banyak irisan tugas yang dapat disinergikan dalam upaya melindungi generasi bangsa. Sejalan dengan itu, BNN saat ini tengah memberikan perhatian khusus terhadap isu perlindungan anak melalui Gerakan Nasional Anti Narkotika Dimulai dari Anak Bersih Narkotika (ANANDA BERSINAR).
Menurut Kepala BNN RI, kesamaan fokus tersebut membuka peluang yang luas bagi kedua lembaga untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif, termasuk pada peringatan HANI yang berdekatan dengan Hari Anak Nasional.
“Pada peringatan HANI tahun ini Kami tidak menggelar kegiatan seremonial besar, sehingga Kami ingin menggandeng Kementerian PPPA untuk berkolaborasi untuk menghadirkan kegiatan yang lebih berdampak bagi masyarakat,” ujar Kepala BNN RI.
Menteri PPPA, Arifatul Choiri Fauzi, menyambut baik ajakan tersebut dan menegaskan bahwa kedua lembaga memiliki tujuan yang sama dalam melindungi anak dari berbagai ancaman, termasuk narkotika.
“Tujuan yang ingin Kita capai sejatinya sama, Saya melihat banyak program dan berbagai upaya yang dijalankan Kementerian PPPA dapat disinergikan dengan program-program BNN untuk memberikan manfaat yang lebih luas” tuturnya.
Selain membahas kegiatan peringatan Hari Anak Nasional dan HANI, kedua pihak juga sepakat memperkuat kerja sama melalui pembaruan MoU yang berakhir pada 2025 lalu. Guna menindaklanjuti rencana kerja sama, BNN dan Kementerian PPPA juga akan membentuk tim bersama untuk mempersiapkan berbagai program kolaboratif secara berkelanjutan di tingkat pusat maupun daerah. (*)











