Kepala SDN 14 Panai Hulu Diduga “Palsukan” Laporan RKAS dan Laporan Penggunaan Dana BOS Ke Negara

Foto : kondisi bangunan dan toilet SDN 14 Panai Hulu, (ist).

Cakrawalaasia.news, LABUHANBATU – Kepala SD Negeri 14 Panai Hulu, Suriati, yang selama terus diminta penjelasan atas dugaan “Penyelewengan Anggaran” dan “Mark Up” anggaran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara berulang, terus memilih diam tanpa bantahan. Bahkan, ada seorang warga menganggap, Suriati telah melakukan “Pembohongan Publik”.

Suriati sebagai Kepala Sekolah SD Negeri 14 Panai Hulu, ketika diminta penjelasan terkait penyusunan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) SD Negeri 14 Panai Hulu, soal Ketua Komite SD Negeri 14 Panai Hulu, Sugeng, yang menyatakan selama 5 tahun tidak pernah terlibat dalam penyusunan RKAS. Baik menandatangani RKAS sampai kepada pengelolaan keuangan dana BOS, tidak memberikan jawaban.

Kemudian, dengan adanya keterangan Ketua Komite SD Negeri 14 Panai Hulu bernama Sugeng yang tidak pernah dilibatkan soal penyusunan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) dan pelaporan pengelolaan anggaran dana BOS sesuai dengan Peraturan Mendikbudristek Nomor 63 tahun 2023 pasal 32 ayat (1) huruf (C), bagaimana bisa anggaran Dana BOS direalisasikan selama 3 tahun berturut – turut.

Hal tersebut juga, menimbulkan pertanyaan adanya dugaan “PEMALSUAN” yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SD Negeri 14 Panai Hulu, Suriati, dalam laporan penyusunan RKAS dan laporan penggunaan dana BOS setiap tahun.

Suriati, ketika kembali dilayangkan konfirmasi, Selasa (25/5/2026) sekira pukul 14.45 Wib, hingga Jum’at (29/5/2026) pukul 19.03 Wib saat dilangsir ke redaksi, tidak juga memberikan jawaban.

Selain itu, menyoal atas beberapa point pertanyaan terkait anggaran/dana BOS (bantuan operasional sekolah) di SD Negeri 14 Panai Hulu, yakni anggaran untuk tenaga pendidik (guru) Honorer ada 1 orang di Tahun Anggaran (T.A.) 2025 , Tahap I sebesar Rp.55.000.000,- dan di Tahap II dianggarkan sebesar Rp.58.900.000,-. tidak memberikan jawaban.

Kemudian, Pemeliharaan sarana dan prasarana SD Negeri 14 Panai Hulu, Tahap I dianggarkan Rp.28.184.650, di Tahap II dianggarkan Rp.17.125.600 (tahun anggaran 2025). Untuk anggaran Perpustakaan, Tahap I dianggarkan Rp.13.784.000, di Tahap II dianggarkan Rp.Rp.20.230.700,- dengan judul anggaran Pengembangan Perpustakaan. Selanjutnya, anggaran untuk pembangunan toilet dan sumur bor sebesar Rp.170.000.000, sama sekali tidak memberikan jawaban selama hampir 1 bulan penuh ke media ini untuk menantikan klarifikasi dari Suriati selaku Kepala SD Negeri 14 Panai Hulu.

Beberapa anggaran yang dicurigai tersebut, yang di “selewengkan” dan ”di Mark Up”, secara berulang Suriati dikonfirmasi, pada hari Rabu (22/4/2026) sekira pukul 11.46 Wib, dan pada hari Jum’at (24/4/2026), Suriati tidak memberikan jawaban apa pun.

Temuan anggaran negara yang diduga “RAIB” sebesar Rp.9 juta lebih di tahun 2024 yg dibawa ke anggaran tahun 2025, Suriati yang menduduki jabatan Kepala SD Negeri 14 Panai Hulu selama belasan tahun, tidak juga memberikan klarifikasi/jawaban sama sekali. Suriati kembali lebih memilih diam.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Labuhanbatu, Abdi Jaya Pohan, mengenai dugaan penyelewengan dan Mark up anggaran Dana BOS SD Negeri 14 Panai Hulu yang disinyalir di Rampok Kepala Sekolahnya (Suriati), tidak memberikan reaksi tegas.

Diketahui, SD Negeri 14 Panai Hulu viral di media sosial Facebook terkait dengan kondisi ruang belajar. Viralnya video tersebut menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat. Hingga, beberapa media dan wartawan mempertanyakan hal kondisi SD Negeri 14 Panai Hulu sampai tidak tersentuh oleh Dana BOS.

Usai viral dan diberitakan, Suriati dengan cepat melakukan rehab ruangan belajar yang sudah terposting di media sosial, dan sempat melakukan bantahan yang terbit disalah satu media lokal Kabupaten Labuhanbatu. Miris, pernyataan bantahan Suriati dianggap suatu ”KEBOHONGAN” alias diduga “Tipu-Tipu”.

“Itu sudah “bohong” dia pak. Karena, video keadaan SDN 14 Panai Hulu yang hancur itu, diperbaiki hanya bagian ruangan yang ada di video yang viral itu. Masih ada bagian bangunan lain yang benar – benar tak pernah dirawat,”ujar seorang warga yang sempat melihat kondisi SDN 14 Panai Hulu usai viral di media sosial, Minggu (19/4/2026), dan tak ingin namanya dicatut media. (*)

Penulis: Nsr/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *