Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Prabowo Evaluasi Kinerja 2 Tahun Pemerintahan

Swasembada 8 Komoditas Pangan, Cadangan Beras Tertinggi, dan Target 30 Ribu Koperasi Desa Jadi Sorotan

Foto : Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026), (sumber : BPMI Setpres RI).

JAKARTA, Cakrawalaasia.news – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Sidang pertengahan tahun ini dijadikan momentum evaluasi pelaksanaan program pemerintah sekaligus mengukur capaian menjelang dua tahun masa pemerintahan.

Dalam taklimatnya, Presiden menyoroti sejumlah capaian strategis. Di sektor pangan, Presiden menyebut Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan.

Pemerintah juga mencatat cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah RI serta nilai tukar petani yang berada di level tertinggi.

Di sektor energi, Presiden menyinggung keberhasilan produksi B50, yaitu solar dengan kandungan 50 persen berbasis kelapa sawit. Menurut Presiden, langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

Presiden juga menekankan, pentingnya transformasi digital dalam tata kelola pemerintahan. Sistem data yang akurat dinilai telah memberi manfaat nyata, terutama dalam penyaluran bantuan sosial.

Dengan sistem tersebut, Presiden meyakini birokrasi menjadi lebih sederhana sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat lebih cepat, mudah, dan inklusif.

Hal ini juga dinilai memperkuat efektivitas program pemerintah dalam upaya menurunkan angka kemiskinan ekstrem.

Penguatan ekonomi desa menjadi fokus lain yang disampaikan Presiden. Pemerintah terus mempercepat pembangunan infrastruktur melalui program jembatan desa dan Kampung Nelayan Merah Putih.

Selain itu, program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus berjalan. Hingga saat ini lebih dari seribu KDKMP (Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih) telah beroperasi. Pemerintah menargetkan 30 ribu koperasi desa dapat beroperasi pada akhir 2026.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kebijakan strategis yang telah diambil menunjukkan arah yang tepat dalam memperkuat perekonomian nasional.

“Presiden meyakini kebijakan yang berpijak pada kepentingan rakyat dan dijalankan dengan tata kelola yang baik akan memberikan hasil nyata serta meningkatkan kepercayaan terhadap Indonesia,” demikian disampaikan dalam rilis resmi.

Sidang Kabinet Paripurna ini menjadi forum bagi pemerintah untuk menyamakan langkah dan memperkuat sinergi antar kementerian dalam sisa periode pemerintahan. (*)

Penulis: BPMI Setpres RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *