JAKARTA — Pos Pendukung Logistik Nasional (Posduklognas) Penanganan Darurat Bencana Gempabumi NTT di Halim Perdanakusuma, Jakarta, terus mengoptimalkan penerimaan dan pendistribusian bantuan. Salah satu dukungan besar datang dari Bank Indonesia berupa 17.688 kilogram logistik yang disalurkan bertahap ke wilayah terdampak.
Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Dr. Raditya Jati, menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia atas kepedulian dan dukungan untuk masyarakat NTT pasca gempa 15 Agustus 2026.
16.441 Kg Bantuan Sudah Tiba di Wilayah Terdampak
Berdasarkan data per 30 Agustus 2026, dari total 17.688 kilogram bantuan Bank Indonesia yang diterima di Posduklognas Halim, sebanyak 16.441 kilogram atau 93 persen telah didistribusikan.
Sisa 1.247 kilogram masih tercatat sebagai stok di gudang. Penyaluran dilakukan melalui jalur darat dan udara menuju sejumlah wilayah terdampak, antara lain Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Sikka, dan Maumere.
Distribusi Lewat Udara, Laut, dan Darat
Raditya menjelaskan mekanisme distribusi terus diperkuat agar bantuan bergerak langsung ke kabupaten yang membutuhkan. Pengiriman dilakukan melalui 3 jalur:
- Jalur Udara: Bersama TNI Angkatan Udara dan penerbangan komersial
- Jalur Laut: Dengan dukungan TNI Angkatan Laut
- Jalur Darat: Menggunakan armada truk
Jenis Bantuan: dari Beras hingga Hygiene Kit
Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, di antaranya beras, kasur, tikar, selimut, terpal, perlengkapan kebersihan, sabun, popok bayi dan dewasa, pembalut, hygiene kit, makanan, air mineral, serta perlengkapan pendukung lainnya.
Total Stok di Gudang Posduklognas Capai 46 Ton
Update per Sabtu (29/8), bantuan yang masuk ke Posduklognas Halim mencapai 4.813 kilogram dari sembilan donatur. Pada hari yang sama, 21.738 kilogram atau sekitar 22 ton bantuan telah didistribusikan, termasuk melalui 1 sorti penerbangan TNI AU ke Maumere.
Dengan demikian, total barang bantuan yang tercatat di gudang Posduklognas Halim pada 29 Agustus 2026 mencapai 46.399 kilogram atau sekitar 46 ton.
“Penanganan bencana tidak semata-mata mengenai pengiriman bantuan logistik, tetapi juga bagaimana seluruh unsur dapat menghadirkan harapan bagi masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit,” tegas Raditya.
BNPB berharap semangat kolaborasi lintas sektor seperti dukungan Bank Indonesia terus terjaga untuk membantu masyarakat terdampak bencana di berbagai wilayah Indonesia.











