96 Rumah Rusak di Desa Jegharangga Ende Akibat Gempa M7,7, Warga Masih Bertahan di Tenda Darurat

Update Gempa Flores : 6.931 KK di Ende Terima Bantuan, BPBD Dirikan Tenda Untuk Lansia dan Balita

Foto : Warga Desa Jegharangga mengikuti edukasi mitigasi bencana dari tim BPBD, TNI dan relawan. Terlihat tenda darurat dan bantuan logistik di lokasi. (dok. BNPB)

ENDE, cakrawalaasia.news – Di Desa Jegharangga, Kecamatan Nangapanda, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur, suasana masih diliputi trauma. Sebagian warga memilih bertahan di tenda-tenda darurat di halaman rumah pasca gempabumi magnitudo 7,7 Flores. Bukan hanya karena rumah rusak, tetapi juga rasa takut akan gempa susulan yang masih terjadi.



Berdasarkan pendataan, sebanyak 96 rumah di Desa Jegharangga mengalami kerusakan. Rinciannya: 19 rumah rusak berat, 20 rusak sedang dan 56 rusak ringan. Kondisi ini membuat warga belum berani kembali ke rumah masing-masing.

“Masih takut. Kalau ada guncangan sedikit saja langsung lari keluar,” ujar salah satu warga.

Di tengah kondisi tersebut, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama pemerintah daerah dan unsur lintas sektor hadir membawa bantuan. Logistik yang disalurkan berupa beras, sembako, biskuit, selimut hingga tenda keluarga.

Distribusi dilakukan bersama BPBD Kabupaten Ende, Basarnas, TNI dan relawan. Kehadiran mereka tidak hanya memastikan kebutuhan dasar terpenuhi, tetapi juga membangun kembali rasa aman warga.

Selain bantuan, BPBD bersama TNI dan Basarnas juga memberikan edukasi mitigasi dan kesiapsiagaan. Warga diajarkan langkah menyelamatkan diri saat gempa susulan terjadi agar tidak panik.

Di beberapa titik, BPBD mendirikan tenda prioritas khusus untuk kelompok rentan: lanjut usia, ibu hamil, ibu menyusui, balita dan anak-anak. Fasilitas ini jadi ruang perlindungan sementara agar mereka bisa beristirahat lebih nyaman.



Update Penyaluran Bantuan: 6.931 KK di 21 Kecamatan Ende

Dukungan terus diperluas ke seluruh Kabupaten Ende. Data hingga Jumat (21/8) mencatat sebanyak 6.931 Kepala Keluarga (KK) terdampak gempa telah menerima bantuan logistik secara bertahap sejak 17 Agustus 2026. Penyaluran menjangkau 21 kecamatan.

  • 17 Agustus: Ende Tengah 300 paket, Maukaro 250 paket
  • 18 Agustus: Ende Utara 400, Ende Timur 240, Kota Ende 600, Detusoko 260, Letembusu & Ndori 75 paket
  • 19 Agustus: Ndona 400, Nangapanda 680, Pulau Ende 100, Wolojita 57, Kalimutu 200, Wawaria 400, Leo Timur 230, Ndona Timur 800, Ende Selatan 200, Betukeli 100, Wolowaru 200, Maurole 195. Letembusu tambahan 245 paket
  • 20 Agustus: Kota Baru 100 paket

Distribusi dilakukan bertahap sesuai kebutuhan di lapangan agar tepat sasaran.

Bagi warga Jegharangga, bantuan ini bukan sekadar logistik. Di balik beras, selimut dan tenda ada pesan bahwa mereka tidak sendiri. Edukasi kesiapsiagaan juga jadi bekal agar masyarakat lebih tenang menghadapi guncangan.

Penanganan pascabencana akan terus dilakukan melalui sinergi pemerintah pusat, daerah, TNI, Basarnas dan relawan. Dari tenda-tenda darurat hari ini, perlahan tumbuh kembali keyakinan untuk menata kehidupan. Jegharangga dan seluruh masyarakat Ende diharapkan bangkit bersama menuju hari esok yang lebih kuat.

Penulis: Red/Humas BNPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *