BNPB Intensifkan Operasi Darat dan Udara Karhutla Sumsel, Sisa 48,7 Ha Tahap Pendinginan

Karhutla Sumsel : 48,7 Ha Pendinginan, 9 Armada Udara Dikerahkan
Foto : Patroli udara mendeteksi 11 titik api mencakup area ±45 ha, sementara pengecekan lapangan (ground check) Satgas Darat mendeteksi area seluas ±22,06 ha, (sumber : BNPB)

PALEMBANG — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Satuan Tugas Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgas Karhutla) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) terus mengintensifkan operasi darat dan udara untuk menekan kemunculan titik api sekaligus mencegah risiko kabut asap lintas batas.

Upaya ini dilakukan di tengah puncak musim kemarau dan fenomena El Nino 2026. Data pemantauan per 30 Agustus 2026 mencatat sisa area yang memerlukan pemadaman dan pemantauan ketat di Sumsel tersisa 67,06 hektare (ha).



11 Titik Api Terdeteksi, 18,36 Ha Berhasil Dipadamkan

Patroli udara mendeteksi 11 titik api mencakup area ±45 ha, sementara pengecekan lapangan (ground check) Satgas Darat mendeteksi area seluas ±22,06 ha.

Melalui kerja sama tim gabungan, lahan seluas 18,36 ha berhasil dipadamkan, dengan rincian 2,5 ha melalui water bombing dan 15,86 ha melalui operasi darat.

Saat ini, fokus utama tertuju pada tahap pendinginan (cooling down) di sisa area seluas 48,7 ha, terutama pada lahan gambut agar api tidak kembali berkobar.

Sebaran Titik Api Prioritas di Sumsel

  • Ogan Komering Ilir (OKI) [Prioritas Tinggi]: 5 titik | 21 ha. Fokus: Kota Bumi & Tulung Selapan
  • Musi Banyuasin (Muba) [Prioritas Tinggi]: 1 titik | 7 ha. Fokus: Lalan, gambut tebal, dan angin kencang
  • Muara Enim [Prioritas Sedang]: 2 titik | 11 ha. Fokus: Gelumbang & Sungai Rotan
  • Musi Rawas Utara, OKU Timur, OKU, & Ogan Ilir [Prioritas Ringan]: Masing-masing 1 titik | 3–4 ha

11.567 Personel dan 9 Armada Udara Dikerahkan

Sebanyak 11.567 personel gabungan TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, Basarnas, MPA, swasta, dan relawan telah dikerahkan ke lapangan untuk mengantisipasi keterbatasan akses dan sumber air.

BNPB juga menyalurkan bantuan sarana operasional ke 7 BPBD Kabupaten/Kota: Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Kota Palembang, PALI, Muara Enim, dan OKI. Bantuan meliputi 25 set APD, 5 roll selang, 4 pompa jinjing, 2 pompa high pressure, 2 nozzle, dan 2 flexible tank per daerah.

Dari 32 armada udara nasional, 9 unit disiagakan khusus untuk Sumsel:

  • OMC: Pesawat Cessna 208 Caravan, 27 sortie dengan 27.000 kg bahan semai
  • Patroli Udara: Helikopter AS365 N2 dan Cessna 208B, >439 jam terbang
  • Water Bombing: Helikopter Blackhawk, MI-8, dan Super Puma, >237 sortie di Tulung Selapan, Rantau Bayur, Sungai Rotan, dan Lalan



Tren Karhutla Turun 88% dalam 3 Tahun

Penanganan karhutla di Sumsel menunjukkan penurunan luas area terbakar signifikan:

  • 2023: 264.165,68 ha
  • 2024: 30.844,96 ha
  • 2025: 11.879,56 ha

Capaian ini menunjukkan efektivitas sistem peringatan dini dan respons cepat Satgas.

Kualitas Udara Palembang “Sangat Tidak Sehat”

Meski situasi terkendali, imbas asap memicu penurunan kualitas udara. Stasiun pemantau Kota Palembang pada 30 Agustus 2026 pukul 14.00 WIB mencatat Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU/AQI) di angka 247 atau kategori Sangat Tidak Sehat.

BNPB mengimbau masyarakat untuk:

  • Mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita ISPA/jantung
  • Menggunakan masker berstandar medis seperti N95 saat beraktivitas di luar rumah
  • Tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar dalam kondisi apa pun

BNPB bersama seluruh elemen Satgas Karhutla tetap bersiaga 24 jam penuh hingga puncak kemarau berakhir dan seluruh titik api dipastikan padam total.



#InfoBencanaBNPB #Karhutla #SumateraSelatan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *