Cakrawalaasia.news, JAKARTA – Dalam sesi EAEU–ASEAN pada St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF) 2026, Menteri Koordinator Infrastuktur dan Pembangunan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan pandangan Indonesia mengenai pentingnya membangun ketangguhan dan memperkuat kerja sama di tengah dunia yang semakin kompleks dan penuh ketidakpastian.
ASEAN dan EAEU memiliki kekuatan yang saling melengkapi. ASEAN menghadirkan dinamika pasar, populasi muda, kapasitas manufaktur, dan konektivitas maritim. Sementara itu, EAEU memiliki keunggulan di bidang energi, sumber daya, teknologi, pertanian, logistik, dan jangkauan geografis yang luas.
“Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara sekaligus negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia memiliki posisi yang strategis untuk menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai potensi tersebut. Bukan semata karena letak geografis, tetapi karena pilihan untuk terus membangun dialog, kolaborasi, dan kemitraan yang saling menguntungkan,”tulis Menko AHY pada dinding Medsosnya Agus Harimurti Yudhoyono, Senin (8/6/2026).
Dalam forum tersebut, AHY juga menegaskan tiga prioritas utama agenda infrastruktur Indonesia, yaitu dekarbonisasi sektor transportasi, penguatan konektivitas strategis, dan pembangunan infrastruktur yang tangguh terhadap perubahan iklim.
Namun pada akhirnya, tantangan global tidak akan terjawab hanya melalui diskusi dan niat baik. Menurut Menko AHY, perlu menghadirkan kerja sama yang nyata, menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, dan menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan bagi semua.
“Karena itu, kita harus bergerak dari dialog menuju aksi, dari kerangka kerja menuju proyek nyata, dan dari niat baik menuju kemitraan yang tahan lama. Mari menjadi generasi yang memilih kerja sama di atas fragmentasi, ketangguhan di atas kerentanan, dan kemitraan jangka panjang di atas keuntungan jangka pendek,”ujarnya. (*)











