Cakrawalaasia.news, JAKARTA – Juru Bicara (Jubir) KPK-RI Budi Prasetyo dalam keterangannya kepada sejumlah wartawan usai Operasi Tangkap Tangan (OTT) pejabat di lingkungan Kementerian Keimigrasian, ada 17 orang yang telah diamankan.
OTT
“KPK mengungkap perkembangan operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Keimigrasian yang menangkap 17 orang,”ujar Budi Prasetyo, seperti dilangsir dari halaman media sosial inews, Rabu (3/6/2026).
Pengamanan terhadap 17 orang tersebut terdiri dari 8 (delapan) orang Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dari pihak swasta ada 9 orang.
“Penangkapan dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Bali, Jawa Barat, serta Jakarta dan sekitarnya,”ungkap Budi.
Selain ke-17 orang tersebut, sebelumnya KPK-RI juga mencari Wakil Menteri Imipas Silmy Karim yang diduga terlibat dalam dugaan korupsi pengurusan dokumen izin tinggal warga negara asing (WNA) di lingkungan Imigrasi Jakarta Barat, kini, menurut informasi telah menyerahkan diri ke kantor KPK pada hari Rabu (3/6/2026) malam.
KPK akan memproses lanjut pemeriksaan perkara dan mendalami pengungkapan setiap pihak untuk mengetahui peran serta masing – masing di dalam kasus tersebut, Budi Prasetyo.
Di pengungkapan kasus OTT tersebut, KPK menyita sejumlah barang bukti, yakni 11 sepeda, 15 motor, 7 mobil dan ratusan gram emas.
Selain itu, penyidik turut mengamankan barang bukti berupa 7 mobil, 15 motor, 11 sepeda, serta logam mulia emas dengan jumlah ratusan gram. Status hukum dari para pihak yang telah ditahan, akan di publikasi. (*)











