Gunung Anak Krakatau Erupsi Menerus, Status Naik ke Level III Siaga

CCTV PVMBG merekam erupsi Gunung Anak Krakatau dengan lava fountain pada 4 September 2026
Foto : Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau terpantau CCTV Lava93 pada 4 September 2026 sekira pukul 22.11 WIB. Fenomena lava fountain terlihat jelas. (sumber : PVMNH-BG-KESDM)

LAMPUNG SELATAN, Cakrawalaasia.news — Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Lampung Selatan masih berlangsung hingga Sabtu (5/9) pagi. Erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB disertai dentuman dan suara gemuruh yang terdengar hingga Pos Pengamatan di Pasauran.



Aktivitas Erupsi dan Lava Fountain Terpantau

Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi – PVMBG periode pengamatan Sabtu (5/9) pukul 00.00–06.00 WIB, erupsi masih berlangsung. Secara visual diinterpretasikan sebagai fenomena lava fountain atau lava air mancur yang teramati pada malam hari.

“Gunungapi teramati jelas hingga tertutup kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati. Kamera CCTV tidak beroperasi setelah terkena lontaran material vulkanik,” tulis PVMBG dalam laporan resmi.

Dari sisi kegempaan, tercatat satu kejadian letusan dengan amplitudo 70 milimeter dan durasi 21.600 detik. Kondisi cuaca berawan hingga mendung dengan angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat laut.

Status Siaga dan Zona Bahaya 3 KM

Saat ini Gunung Anak Krakatau berada pada Level III Siaga. PVMBG melalui Badan Geologi Kementerian ESDM merekomendasikan masyarakat, pengunjung, wisatawan maupun pendaki untuk tidak mendekati Gunung Anak Krakatau atau beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan gunungapi untuk melihat aktivitas erupsi maupun mengambil gambar, mengingat masih terdapat potensi lontaran material dari kawah aktif.



Potensi Tsunami: PVMBG Sebut Belum Berpotensi

Kekhawatiran masyarakat pesisir Banten dan Lampung terhadap potensi tsunami turut menjadi perhatian. Hal ini tidak terlepas dari trauma peristiwa tsunami 22 Desember 2018 yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Namun berdasarkan evaluasi PVMBG, pertumbuhan tubuh Gunung Anak Krakatau yang terbentuk kembali pasca erupsi 2018 masih relatif kecil dan tidak berpotensi mengalami keruntuhan dalam skala yang dapat memicu tsunami. “Oleh sebab itu, diharapkan kepada masyarakat agar tidak panik,” tegas PVMBG.

Meskipun demikian, pemantauan intensif terhadap perkembangan aktivitas dan perubahan morfologi gunung tetap dilakukan 24 jam.

3 Imbauan BNPB untuk Masyarakat

  1. Keselamatan Prioritas: Pemda bersama unsur terkait memastikan tidak ada masyarakat di radius bahaya. Pengawasan dan patroli zona terlarang diperkuat.
  2. Kesiapsiagaan: Jalur evakuasi, titik kumpul, sarana komunikasi dan kebutuhan dasar harus siap digunakan.
  3. Tidak Panik & Patuh Arahan: Jangan mendekat untuk dokumentasi. Jangan sebarkan info belum terverifikasi soal tsunami agar tidak menimbulkan kepanikan.



Informasi Resmi: Masyarakat dapat memantau perkembangan melalui Badan Geologi, PVMBG, BNPB, BPBD, dan kanal resmi kebencanaan lainnya.

Penulis: Red/Humas BNPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *