KOTA PINANG, CAKRAWALAASIA.NEWS — Untuk menguatkan warga binaan dalam menjalani hukuman, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) menggagas program Kunjungan Anak Warga Binaan. Program ini menjadi bentuk kepedulian Ditjenpas terhadap keluarga warga binaan, terutama anak yang selama ini merindukan pelukan seorang ayah.
Pelukan Anak Jadi Kekuatan Moral
Meskipun adanya keterbatasan waktu dalam pertemuan, momen ini memberikan dukungan moral yang besar bagi seorang warga binaan lewat senyum dan pelukan dari anak dan keluarga.
Proses pembinaan bukan hanya tentang menjalani hukuman, tetapi juga menjaga sisi kemanusiaan dan harapan agar kembali menjadi lebih baik setelah selesai menjalani masa pidana.
“Sebab terkadang satu pelukan kecil mampu menjadi kekuatan terbesar bagi mereka yang sedang berjuang dalam memperbaiki diri,”
Kalapas Kota Pinang Dukung Penuh Program Baru
Kalapas Kelas IIIB Kota Pinang, Haris Damanik, SH., MH., sangat mendukung program tersebut. Menurutnya, program ini selain untuk memperkuat mental warga binaan dalam menjalani hukuman, juga dapat melepaskan kerinduan warga binaan terhadap keluarga.
“Program ini merupakan terobosan baru. Sebagai kepala lembaga pemasyarakatan saya sangat mendukung, sebab ini merupakan ajang di mana anak-anak warga binaan dapat bertemu dengan orang tua dan juga sebaliknya. Di mana warga binaan dapat melepas kerinduan dengan hadirnya keluarga dan buah hati para warga binaan,” ujarnya.
Ciptakan Suasana Baru di Lapas
Dengan berjalannya program Kunjungan Anak Warga Binaan ini, diharapkan dapat memberikan suasana baru di Lapas Kelas IIIB Kota Pinang dan menjadi motivasi bagi warga binaan untuk terus berperilaku baik selama masa pembinaan.
Program ini sejalan dengan semangat pemasyarakatan yang mengedepankan pembinaan berbasis kemanusiaan, agar warga binaan siap kembali ke masyarakat dan menjadi pribadi yang lebih baik.











