BNPB Catat 51.591 Rumah di 7 Kabupaten NTT Sudah Diverifikasi Pasca Gempa M7,7

Rumah rusak berat akibat gempa bumi M7,7 Flores Nusa Tenggara Timur 15 Agustus 2026
Kondisi rumah warga di wilayah terdampak gempa M7,7 di Flores, NTT pada 15 Agustus 2026. BNPB mencatat 2.382 unit rumah rusak berat dari 51.591 unit yang sudah diverifikasi. (sumber : Humas BNPB)

JAKARTA, CAKRAWALAASIA.NEWS — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 51.591 unit rumah telah melalui proses verifikasi dan validasi (verivali) pascagempa bumi Magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada 15 Agustus 2026.



50,39% Data Awal Sudah Diverifikasi

Jumlah tersebut mencapai 50,39 persen dari 102.384 unit data awal rumah yang menjadi sasaran pendataan di tujuh kabupaten terdampak.

Dari hasil verifikasi sementara tersebut, rinciannya adalah:

  • Rusak Berat: 2.382 unit
  • Rusak Sedang: 7.276 unit
  • Rusak Ringan: 14.177 unit
  • Tidak Mengalami Kerusakan (TMK): 27.756 unit

Data tersebut masih bersifat dinamis, seiring proses verifikasi yang masih berlangsung untuk memastikan kondisi rumah sesuai dengan temuan di lapangan.

Perkembangan Verifikasi di 7 Kabupaten Terdampak

1. Kabupaten Nagekeo
Dari data awal 15.929 unit, hasil verifikasi: 218 RB, 1.523 RS, 3.475 RR, 10.713 TMK. Ditemukan tambahan data rumah rusak yang belum tercatat di pendataan awal.

2. Kabupaten Manggarai
Dari data awal 22.758 unit, verifikasi sementara 7.089 unit: 448 RB, 1.262 RS, 1.279 RR, 4.100 TMK. Hasil akan melalui penyandingan data dan uji publik.

3. Kabupaten Manggarai Timur
Dari data awal 24.392 unit, verifikasi 7.366 unit: 1.078 RB, 1.499 RS, 2.085 RR, 2.704 TMK. Penyepadanan dengan data kependudukan dilakukan bertahap.

4. Kabupaten Manggarai Barat
Dari data awal 12.613 unit, verifikasi 12.367 unit: 468 RB, 1.930 RS, 4.187 RR, 5.782 TMK. Hasil diverifikasi kembali oleh ketua tim di tingkat kecamatan.

5. Kabupaten Ngada
Dari data awal 12.297 unit, verifikasi 7.544 unit: 126 RB, 911 RS, 2.910 RR, 3.597 TMK.

6. Kabupaten Sikka
Dari data awal 4.248 unit, verifikasi 1.001 unit: 43 RB, 137 RS, 184 RR, 637 TMK. Data tambahan tengah disepadankan dengan data kependudukan.

7. Kabupaten Ende
Dari data awal 10.147 unit di 21 kecamatan, verifikasi 295 unit: 1 RB, 14 RS, 57 RR, 223 TMK.



Proses Paralel: Jitupasna dan R3P

Selain mempercepat verifikasi rumah, BNPB mendampingi pemerintah daerah dalam penyusunan Kajian Kebutuhan Pascabencana (Jitupasna) dan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P). Penyusunan kedua dokumen dilakukan secara paralel dengan proses verifikasi agar kebutuhan pemulihan dapat dipetakan berdasarkan data yang telah tervalidasi.

BNPB juga mendorong pemerintah daerah untuk mempercepat penyelesaian verifikasi dan validasi, termasuk melaksanakan uji publik terhadap hasil pendataan secara bertahap. Tahapan ini diperlukan untuk memastikan calon penerima bantuan perbaikan rumah benar-benar sesuai dengan kondisi kerusakan dan data kependudukan yang telah diverifikasi.

BNPB bersama pemerintah daerah terus melakukan pemeriksaan paralel meliputi penyandingan data by name by address (BNBA), penanganan data ganda, data yang belum terverifikasi, serta data tambahan atau susulan.

Sumber: BNPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *