Video Viral “Preman” Aniaya Pasutri Akhirnya di Tangkap Polisi

Foto : (ist) (sumber: tangkap layar media sosial RSUD Padang Sidempuan).

Cakrawalaasia.news, MEDAN – Aparat kepolisian dari Polrestabes Medan menangkap dua pria berlagak preman yang melakukan penganiayaan terhadap pria pengendara sepeda motor dan  istrinya yang sedang hamil di kawasan Jalan Baru Terowongan Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Penangkapan dilakukan pada Rabu malam setelah tim gabungan melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan rekaman video yang beredar luas di media sosial. Kejadian tersebut sebelumnya menyita perhatian publik, karena memperlihatkan aksi kekerasan terhadap sepasang pengendara yang melintas di lokasi. Dimana sang suami dibagian wajah kena pukulan dan sang istri yang sedang hamil kena tendangan di bagian perut.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Adrian Rizky Lubis, melalui Tim Khusus Jaga Cegah Sigap (JCS) bergerak cepat menelusuri identitas para terduga pelaku. Hasilnya, dua orang berhasil diamankan untuk dimintai keterangan terkait keterlibatan mereka dalam insiden tersebut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa bermula ketika pasangan suami istri itu menghentikan laju kendaraannya di sekitar lokasi. Saat itu, kawasan tersebut dikabarkan tengah dalam situasi tidak kondusif akibat adanya tawuran antar kelompok.

Foto : dua pria yang diduga melakukan penganiayaan terhadap pasutri diamankan Tim Satuan Reskrim Polrestabes Medan, (dok. Tangkap layar video medsos Posmetro Medan).

Namun, situasi kemudian berubah menjadi tindakan kekerasan. Dalam video yang beredar, sejumlah orang terlihat mendatangi dan melakukan penganiayaan terhadap korban. Kejadian itu memicu reaksi keras masyarakat, terutama setelah muncul informasi bahwa korban perempuan sedang mengandung.

Polisi juga telah mengklarifikasi benda yang sempat menjadi sorotan dalam rekaman video. Setelah dilakukan pemeriksaan, benda tersebut dipastikan bukan senjata api, melainkan soft gun.

Saat ini kedua pria yang diamankan masih menjalani pemeriksaan intensif di Polrestabes Medan. Penyidik terus mendalami kronologi kejadian, motif tindakan para pelaku, serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam aksi penganiayaan tersebut.

Pihak kepolisian menegaskan, proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan guna memberikan keadilan bagi para korban serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (*)

Penulis: Slh/izan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *