Wonosobo Dukung GI Tourism Dieng, Integrasikan 3 Produk Unggulan

Foto : DJKI Kemenkum RI audiensi di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, 15 September 2026, menjelang uji jalur GI Tourism yang akan berlangsung pada 21–23 September 2026. Audiensi tersebut dipimpin oleh Direktur Merk dan Indikasi Geografis, Sulaeman Taman, (dok. DJKI Kemenkum)

WONOSOBO – Rencana pengembangan Pilot Project GI Tourism Dieng mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo. Dukungan tersebut dibahas dalam audiensi di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Wonosobo, 15 September 2026, menjelang uji jalur GI Tourism yang akan berlangsung pada 21–23 September 2026.

Integrasikan 3 Produk Indikasi Geografis

Direktur Merek dan Indikasi Geografis, Fajar Sulaeman Taman, mengatakan uji jalur tersebut menjadi bagian dari pengembangan paket wisata berbasis indikasi geografis di kawasan Dieng.

“Kami ingin melihat langsung bagaimana paket yang sudah dirancang dapat berjalan, sekaligus mendapatkan masukan untuk penyempurnaannya sebelum nantinya dikembangkan lebih lanjut,” ujar Fajar.

Pilot Project GI Tourism Dieng mengintegrasikan tiga produk indikasi geografis, yaitu Kopi Arabika Pegunungan Dieng Banjarnegara, Carica Dieng, dan Purwaceng Dieng, dengan potensi destinasi dan kehidupan masyarakat di kawasan Dieng.

Paket yang disiapkan mencakup paket terpadu tiga hari dua malam serta paket tematik berdasarkan masing-masing produk indikasi geografis. Konsep tersebut diharapkan membuat wisatawan tidak sekadar mengunjungi destinasi, tetapi juga mengenal produk dan cerita yang berkaitan dengan wilayah asalnya.

Pemkab Wonosobo Dukung Penuh, Bupati Akan Hadir

Plh. Sekretaris Daerah Kabupaten Wonosobo, Kristijadi, menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Wonosobo terhadap pelaksanaan uji jalur GI Tourism Dieng. Bupati Wonosobo juga dijadwalkan hadir dalam salah satu rangkaian kegiatan.

“Pemerintah Kabupaten Wonosobo mendukung penuh pelaksanaan GI Tourism Dieng. Bupati Wonosobo juga akan hadir dalam salah satu rangkaian kegiatan yang dilaksanakan pada 21 sampai 23 September 2026,” kata Kristijadi.

Dukungan tersebut akan dilanjutkan setelah uji jalur selesai dengan promosi GI Tourism Kawasan Dieng sebagai bagian dari upaya mengenalkan paket wisata yang mengangkat produk indikasi geografis dan potensi lokal.

Siapkan Desa Purwaceng untuk Edu Tourism

Selain pengembangan paket wisata, konsep edu tourism berbasis indikasi geografis juga disiapkan di kawasan Dieng. Salah satunya melalui rencana pembentukan Desa Purwaceng di Desa Sikunang dan Desa Patakbanteng untuk mengembangkan pengalaman edukatif yang memperkenalkan Purwaceng Dieng kepada wisatawan.

Pengembangan Desa Purwaceng akan melibatkan pemerintah daerah dan Masyarakat Pelindungan Indikasi Geografis (MPIG) agar pengalaman wisata tetap berkaitan dengan produk, masyarakat, dan wilayah asalnya.

Penulis: Red/Humas DJKI Kemenkum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *