Sindikat Curanmor di Panai Hulu Diduga Kian Menggurita, Warga Minta Polres Labuhanbatu Bongkar Jaringan Pelaku

Foto : diduga pelaku Curanmor saat melakukan pengintaian sepeda motor milik Nurhayati di pinggir jalan lintas Kota Ajamu, (foto diperoleh dari screnshoot CCTV warga Ajamu)

LABUHANBATU, Cakrawalaasia.news – Maraknya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Kecamatan Panai Hulu dan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu, belakangan ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Warga berharap jajaran Polres Labuhanbatu dapat mengusut tuntas serta membongkar jaringan, pelaku maupun penadah yang diduga menjadi bagian dari mata rantai kejahatan tersebut.

Harapan itu disampaikan Pemerhati Perkembangan Informasi di Tengah Masyarakat (PPIM), Sueb Lubis, saat ditemui awak media di kawasan Jalan Pasar Batu Ajamu, Kecamatan Panai Hulu, Minggu (26/7/2026).

Menurut Sueb, aksi pencurian sepeda motor di wilayah Pantai (Panai Hulu dan Panai Tengah) bukan lagi peristiwa baru. Bahkan, kata dia, pelaku kini dinilai semakin berani karena beraksi bukan hanya di lokasi yang sepi, tetapi juga di tempat-tempat ramai.

“Kalau tidak segera menjadi atensi Bapak Kapolres Labuhanbatu, saya khawatir akan semakin banyak masyarakat yang menjadi korban curanmor di wilayah Pantai ini,” ujar Sueb.

Ia mencontohkan peristiwa hilangnya satu unit sepeda motor milik Nurhayati, warga Dusun VI Disbun, Desa Meranti Paham. Sepeda motor jenis Honda Supra X 125 dengan nomor polisi B 3805 KNH dilaporkan hilang pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 11.00 WIB di depan Toko Juwita, tepat di pinggir Jalan Lintas Kota Ajamu.

Menurutnya, berdasarkan video yang beredar di masyarakat, aksi pelaku diduga berlangsung di lokasi yang ramai aktivitas warga.

“Kita bisa melihat dari video yang beredar, pelaku diduga menjalankan aksinya di tempat keramaian. Ini menunjukkan keberanian pelaku melakukan tindak pidana di ruang publik,” katanya.

Sueb menilai keberanian pelaku melakukan aksi di tengah keramaian patut menjadi perhatian aparat penegak hukum.

Saat dimintai pandangannya mengenai motif pelaku yang nekat beraksi di lokasi ramai, Sueb menduga tindakan tersebut dapat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kemungkinan penyalahgunaan narkotika. Namun, dugaan tersebut merupakan pendapat pribadi dan belum didukung hasil penyelidikan aparat.

“Kalau menurut penilaian saya, bisa saja pelaku nekat karena pengaruh narkoba. Tetapi tentu itu menjadi ranah penyelidikan kepolisian,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menduga maraknya aksi curanmor tidak terlepas dari keberadaan pihak yang menerima atau memperjualbelikan kendaraan hasil kejahatan.

“Kalau tidak ada penadah, saya rasa pelaku curanmor tidak akan sebanyak ini. Ini perlu menjadi perhatian aparat untuk membongkar jaringan hingga ke penadahnya. Banyak juga kendaraan bekas yang beredar dengan dokumen tidak lengkap, ada yang hanya STNK atau hanya BPKB. Hal-hal seperti ini menurut saya patut ditelusuri,” ucapnya.

Pernyataan senada juga disampaikan seorang warga bermarga Sitohang yang mengaku dalam sepekan terakhir telah terjadi dua kasus kehilangan sepeda motor.

“Informasi yang kami dapat, dalam seminggu ini sudah dua warga Desa Meranti Paham menjadi korban curanmor,” katanya.

Atas kondisi tersebut, masyarakat berharap Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya, S.I.K., M.Si. memberikan perhatian serius terhadap maraknya kasus curanmor di wilayah Panai Hulu dan Panai Tengah.

“Kami berharap Bapak Kapolres dapat mengungkap jaringan sindikat curanmor ini sampai ke akarnya sehingga masyarakat merasa aman,” tutur Sueb.

Polisi Berikan Tanggapan

Kapolres Labuhanbatu melalui Kasat Reskrim AKP M. Jihad Fajar Balman melalui pesan WhatsApp dimintai tanggapannya terkait maraknya Curanmor di wilayah hukum Polsek Panai Tengah Polres Labuhanbatu, Dalam tanggapannya, M. Jihad Fajar Balman akan menindaklanjutinya.

“baik terima kasih infonya, kami tindak lanjuti. Ditunggu ya di SPKT Polres dan jangan lupa bawa bukti kepemilikan kendaraan sepeda motor,” balasnya dengan cepat tanggap.(*)

Penulis: Nsr/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *