JAKARTA, Cakrawalaasia.news – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Kemenko Polkam mempercepat penanganan bangkai kapal tanker MT Silver Sincere yang tenggelam di Perairan Bintan, Kepulauan Riau. Penanganan ini dijadikan model nasional untuk kapal asing yang tenggelam di wilayah yurisdiksi Indonesia.
Rapat koordinasi dipimpin Deputi Bidang Koordinasi Pertahanan Negara dan Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Mayjen TNI Purwito Hadi Wardhono, di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Rapat dihadiri Kemenlu, Kemhan, Kemenhub, KKP, KLH, Kejagung, TNI AL, Polri, Bakamla, KNKT dan instansi terkait lainnya. Ini merupakan tindak lanjut rapat 8 Juni 2026 dan peninjauan lapangan 23 Juni 2026 di Perairan Karang Galang, Bintan.
“Yang paling utama adalah segera menghentikan dan mencegah dampak negatif akibat tenggelamnya kapal ini. Koordinasi lintas sektor sangat penting agar langkah penanganan lebih cepat, terpadu, dan efektif,” tegas Purwito.
MT Silver Sincere berbendera Malaysia tenggelam pada 12 Januari 2025 dengan muatan sekitar 1.000 ton waste oil. Berdasarkan verifikasi Pushidrosal, lokasi kapal berada di wilayah perairan Indonesia. Bangkai kapal ditemukan Maret 2025 dan telah bergeser sekitar 13 mil laut dari titik awal.
Guru Besar Akuntansi Sosial dan Lingkungan, Prof. Eko Ganis Sukoharsono, Ph.D, memaparkan hasil analisis citra satelit Sentinel-1 SAR selama 14 periode. Hasilnya menunjukkan indikasi kuat tumpahan waste oil yang berpotensi mencemari laut, merusak dasar laut, mengganggu ekosistem pesisir, dan mengancam mata pencaharian nelayan Kepri.
Penanganan ini ditekankan harus sesuai peraturan perundang-undangan RI. Sesuai arahan Menko Polkam Jenderal TNI Purn. Djamari Chaniago, negara harus hadir tegas menjaga kedaulatan wilayah dan memastikan Indonesia tidak dirugikan.
Kemenko Polkam menargetkan penyelesaian kasus ini menjadi benchmark nasional dalam penanganan kapal asing tenggelam. Fokusnya pada 4 hal: penegakan hukum, keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan, dan pengamanan wilayah laut.
“Penanganan kasus MT Silver Sincere diharapkan menjadi acuan dalam penyelesaian kasus-kasus serupa pada masa mendatang,” ujar Purwito. (*)











