Cakrawalaasia.news, JAKARTA – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) menyelenggarakan Rapat Koordinasi Penguatan Sinergi Kementerian dan Lembaga dalam Merawat Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama dalam rangka menciptakan stabilitas dan harmoni sosial serta persatuan dan kesatuan bangsa.
“Agenda ini bertujuan meningkatkan sinergi dan kolaborasi antar kementerian/lembaga dalam menjaga kerukunan umat beragama, dan merumuskan langkah strategis dan rekomendasi kebijakan dalam penguatan stabilitas sosial dan ketahanan nasional berbasis kerukunan umat beragama,” ujar Asisten Deputi Koordinasi Kesatuan Bangsa Kemenko Polkam, Cecep Agus Supriyanta, dalam membuka rapat di Jakarta, Kamis (11/06/2026).
Cecep menjelaskan bahwa Indonesia memiliki keberagaman yang sangat tinggi sehingga toleransi dan kerukunan umat beragama harus terus dijaga sebagai fondasi persatuan dan kesatuan bangsa. “Toleransi dan kerukunan umat beragama merupakan faktor strategis dalam menjaga stabilitas nasional, harmoni sosial, dan ketahanan bangsa,” ungkapnya.
Perkembangan teknologi informasi dan media sosial menghadirkan tantangan baru berupa hoaks, ujaran kebencian, intoleransi, dan provokasi yang berpotensi dapat memicu konflik sosial, Belum lagi politisasi identitas, radikalisme, dan meningkatnya sensitivitas isu keagamaan yang memerlukan langkah antisipatif yang terkoordinasi dan berkelanjutan.
“Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, termasuk didalamnya aparat keamanan, tokoh agama, tokoh adat dan akademisi, diperlukan untuk mengidentifikasi potensi kerawanan sosial serta merumuskan langkah pencegahan atau mitigasi yang tepat,” ujarnya.
Sebelum menutup sambutannya, Cecep mengajak untuk terus melakukan penguatan toleransi, moderasi beragama, dan persatuan nasional. “Hal ini agar tercipta stabilitas sosial yang kondusif serta semakin kokohnya integrasi bangsa,” tutup Cecep. (*)











