Daerah  

Standart Konstruksi Proyek Titi PTPN IV Panai Jaya Dipertanyakan, Askep Susanto Belum Beri Jawaban

Foto : pekerjaan proyek

Cakrawalaasia.news, LABUHANBATU – Belum adanya tanggapan dari manajemen PTPN IV Regional II Kebun Panai Jaya terkait temuan di lapangan mengenai pelaksanaan proyek titi bertulang senilai sekitar Rp520 juta menjadi sorotan publik. Hal ini memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan internal perusahaan terhadap pelaksanaan pekerjaan.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Rudicky tersebut menjadi perhatian setelah awak media mendapati dugaan penggunaan air parit berwarna cokelat keruh sebagai campuran dalam pekerjaan konstruksi. Temuan itu menimbulkan pertanyaan mengenai kesesuaian pelaksanaan proyek dengan spesifikasi teknis yang berlaku.

Saat melakukan pemantauan di lokasi pada Sabtu (27/06/2026), awak media melihat pekerja patut diduga mengambil air langsung dari parit di sekitar areal kebun. Air tersebut tampak berwarna cokelat keruh dan berdasarkan pantauan, digunakan dalam aktivitas pembangunan.

Ketika dimintai keterangan, salah seorang pekerja membenarkan sumber air yang dipakai. “Iya Pak, air parit,” ujarnya singkat kepada awak media.

Berdasarkan keterangan pekerja di lapangan, pekerjaan tersebut patut diduga berlangsung tanpa kehadiran kepala tukang sebagai pengawas lapangan. “Tidak ada kepala tukang di sini,” katanya.

Sesuai dasar standar umum konstruksi, pengawasan lapangan merupakan unsur penting untuk memastikan metode kerja, material yang digunakan, hingga kualitas hasil pekerjaan sesuai dengan spesifikasi yang telah ditetapkan.

Apabila air yang digunakan tidak memenuhi persyaratan teknis, hal tersebut berpotensi memengaruhi mutu konstruksi. Karena itu, klarifikasi dari pihak manajemen menjadi penting untuk memberikan penjelasan berimbang kepada publik.

Awak media telah mengirimkan konfirmasi kepada Askep PTPN IV Regional II Kebun Panai Jaya, Susanto, melalui pesan WhatsApp sejak Sabtu (27/06/2026).

Foto : Air yang digunakan untuk mengecor di proyek Titi PTPN IV Panai Jaya, (dok.ist).

Konfirmasi tersebut berisi sejumlah pertanyaan terkait dugaan penggunaan air parit, sistem pengawasan proyek, keberadaan pengawas lapangan, serta langkah perusahaan memastikan pekerjaan sesuai standar. Hingga lebih dari sepekan berlalu, belum ada jawaban maupun penjelasan yang diberikan.

Awak media kembali mendatangi kantor Askep pada Rabu (01/07/2026), untuk memperoleh penjelasan secara langsung. Namun, hingga awak media meninggalkan lokasi, belum diperoleh tanggapan dari pihak yang bersangkutan.

Transparansi merupakan bagian penting dalam tata kelola perusahaan yang baik. Ketika muncul pertanyaan di lapangan, klarifikasi terbuka dari pihak yang bertanggung jawab dapat memberikan kejelasan sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap perusahaan.

Sejumlah pertanyaan publik yang belum memperoleh jawaban resmi antara lain :

1. Apakah pengawasan telah berjalan sebagaimana mestinya?

2. Apakah penggunaan material telah diperiksa?

3. Apakah pekerjaan telah dievaluasi sesuai spesifikasi teknis?

Dari dasar nilai proyek yang mencapai ratusan juta rupiah, pengawasan menjadi aspek yang perlu mendapat perhatian. Setiap pekerjaan yang dibiayai perusahaan “patut dapat dipertanggungjawabkan dari sisi mutu, kualitas, serta manfaat jangka panjangnya.

Publik berharap manajemen PTPN IV melakukan pemeriksaan terhadap pelaksanaan proyek tersebut, termasuk mengevaluasi sistem pengawasan internal untuk memastikan seluruh pekerjaan telah dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Apabila terdapat ketidaksesuaian, diharapkan ada langkah tindak lanjut sesuai aturan perusahaan.

Hingga berita ini diterbitkan, Askep PTPN IV Regional II Kebun Panai Jaya, Susanto, belum memberikan tanggapan atas seluruh konfirmasi yang telah disampaikan awak media, baik melalui pesan WhatsApp maupun secara langsung.

Catatan Redaksi :

Redaksi tetap membuka ruang Hak Jawab berdasarkan Pasal 5 UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers. (Nsr/Red).

Penulis: Nsr/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *