JAKARTA – CAKRAWALAASIA.NEWS | Gempa bumi tektonik bermagnitudo M5,1 mengguncang wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa pada Jumat (19/9/2026) malam. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Hasil analisis BMKG, gempa terjadi pada pukul 21.36.19 WIB dengan parameter update M5,1 pada kedalaman 33 kilometer. Episenter berada di koordinat 8,66° Lintang Selatan dan 105,67° Bujur Timur, atau tepatnya 202 kilometer barat daya Bayah, Banten.
“Hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa ini tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG dalam rilis resminya.
Gempa Dangkal Akibat Subduksi
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan mendatar naik atau oblique thrust fault.
Dirasakan di Cianjur dan Sukabumi
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap), gempa dirasakan dengan skala intensitas II MMI di Cianjur dan Sukabumi. Pada skala ini, getaran dirasakan oleh beberapa orang dan benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Hingga pukul 22.00 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan (aftershock).
Imbauan BMKG
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. Masyarakat juga diminta menghindari bangunan retak atau rusak akibat gempa.
BMKG menegaskan informasi resmi hanya bersumber dari kanal resmi BMKG melalui media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id, inatews.bmkg.go.id, serta aplikasi Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg.
Sumber: Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG / Rilis 18 September 2026











