Presiden Prabowo Subianto memimpin langsung rapat penanganan gempa bumi dan percepatan pemulihan wilayah terdampak di Posko Penanganan Gempa Bumi Yonif TP 834/WM, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.
Rapat bersama jajaran Menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, Wakil Panglima TNI, dan Forkopimda NTT tersebut membahas langkah percepatan penanganan di sejumlah wilayah terdampak di Pulau Flores.
Dampak Gempa: 105 Meninggal dan 179 Ribu Mengungsi
Berdasarkan laporan BNPB, gempa ini berdampak pada:
- 105 orang meninggal dunia
- 1.678 orang luka-luka
- 179.037 orang mengungsi
- 81.436 rumah mengalami kerusakan
Pemerintah Pastikan Kebutuhan Dasar Terpenuhi
Pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terus terpenuhi selama masa tanggap darurat, mulai dari logistik, layanan kesehatan, energi, hingga air bersih.
Pemulihan akses jalan dan jembatan serta penguatan sistem peringatan dini tsunami juga terus dilakukan.
Bantuan Rp200 Miliar untuk NTT
Untuk memperkuat penanganan dan mempercepat pemulihan, Presiden menyalurkan bantuan kemasyarakatan sebesar Rp200 miliar, dengan rincian:
- Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT
- Rp20 miliar untuk masing-masing delapan kabupaten terdampak
Tinjau Posko Pengungsian Lapangan Berdikari
Usai rapat, Presiden Prabowo mengunjungi posko pengungsian di Lapangan Berdikari untuk menyapa dan mendengarkan langsung kondisi masyarakat.
“Pemerintah akan terus hadir dan mendampingi masyarakat hingga wilayah terdampak kembali pulih dan kehidupan dapat berjalan normal.”











