Kementan Dorong Pasar Hewan Jonggol Jadi Pusat Ternak Modern di Bogor Timur

Pasar Hewan Jonggol Bogor pusat perdagangan ternak modern 2026` `Caption`: `Pasar Hewan Jonggol dilengkapi hotel hewan dan ruang pemeriksaan kesehatan
Foto : Pasar Hewan Jonggol Bogor pusat perdagangan ternak modern 2026, (dok. Ditjen PKH Kementan RI).

BOGOR, Cakrawalaasia.news – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong Pasar Hewan Jonggol di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, berkembang menjadi pusat perdagangan ternak yang modern, tertib, dan memenuhi standar kesehatan hewan.`

Keberadaan pasar ini dinilai penting untuk memperlancar transaksi jual beli ternak, memberi akses pasar lebih baik bagi peternak, memperkuat tata niaga, serta menggerakkan ekonomi masyarakat Bogor Timur.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan, Hary Suhada, yang hadir mewakili Dirjen PKH Agung Suganda dalam peresmian, Kamis (6/8/2026), mengatakan pembangunan infrastruktur peternakan adalah investasi jangka panjang.

“Kementerian Pertanian mengapresiasi komitmen Pemkab Bogor dalam menghadirkan infrastruktur yang mendukung kemajuan subsektor peternakan. Ini tidak hanya meningkatkan pelayanan, tetapi juga memperkuat daya saing daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif,” ujar Hary Suhada.

Menurut Hary, pasar hewan juga berperan dalam pengawasan kesehatan hewan, penerapan biosekuriti, kesejahteraan hewan, hingga ketertelusuran lalu lintas ternak.

Dengan pengelolaan baik, Pasar Hewan Jonggol diharapkan mendukung penyediaan pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH).

“Kami berharap Pasar Hewan Jonggol jadi contoh pasar ternak modern yang memperkuat sistem pemasaran, pelayanan kesehatan hewan, dan memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan peternak,” katanya.

Bupati Bogor Rudy Susmanto menyebut Pasar Hewan Jonggol adalah bagian dari pengembangan kawasan Bogor Timur.

“Ketika masyarakat punya harapan terhadap pengembangan wilayah, maka yang disiapkan bukan hanya pusat pemerintahan, tetapi juga fasilitas penunjang yang menggerakkan ekonomi,” ujar Rudy.

Pasar Hewan Jonggol beroperasi setiap Senin dan Kamis dengan kapasitas ratusan ekor ternak. Fasilitasnya sudah dilengkapi hotel hewan dan ruang pemeriksaan kesehatan.

Kementan juga menyambut baik kerja sama Badan Karantina Indonesia dan Pemkab Bogor untuk mencegah penyebaran penyakit hewan.

Bagi Kementan, pasar hewan adalah bagian ekosistem peternakan mulai dari produksi, kesehatan, perdagangan hingga konsumen. Dengan tata niaga tertib, Pasar Hewan Jonggol diharapkan jadi penggerak ekonomi baru di Bogor Timur. (*)

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *