Suriati 14 Tahun Memimpin SDN 14 Panai Hulu, Kondisi Sekolah “Lepas” Dari Dana BOS ?

Foto : Kepala Sekolah SDN 14 Panai Hulu, Suriati, dan kondisi sekolah, (ist)

Cakrawalaasia.news, Kondisi bangunan di SDN 14 Panai Hulu menjadi sorotan setelah awak media melakukan peninjauan langsung ke lokasi. Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang berada di wilayah Kecamatan Panai Hulu ini terlihat dalam keadaan rusak parah.

Terlihat kondisi tersebut, timbul pertanyaan menyoal dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), khususnya pada bidang sarana dan prasarana.

Dari hasil pantauan di lapangan, sejumlah fasilitas sekolah tampak tidak layak pakai. Asbes atap terlihat pecah dan berlubang, kaca jendela hancur, serta mobiler di salah satu ruang kelas rusak berat. Kondisi ini dinilai membahayakan keselamatan siswa yang setiap hari mengikuti kegiatan belajar mengajar, Rabu (15/04/2025).

Kepala Sekolah SDN 14 Panai Hulu, Suriati, diketahui telah menjabat sejak tahun 2012 hingga saat ini 2026. Berdasarkan data yang dihimpun, anggaran dana BOS untuk sarana dan prasarana di tahun 2025 mencapai Rp.45.200.000. Namun, kondisi fisik sekolah dinilai tidak mencerminkan adanya penggunaan anggaran tersebut secara maksimal.

Seorang wali murid yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya terhadap kondisi sekolah.

“Kami juga kecewa pak dengan keadaan sekolah itu. Anak-anak kami terlihat terancam keselamatannya, tapi mau gimana lagi, apa masyarakat ini hanya bisa menerima apa adanya,”ujarnya.

Ia juga menambahkan, komite sekolah diduga tidak mengetahui secara jelas kondisi maupun pengelolaan fasilitas sekolah tersebut.

“Komitenya pak Sugeng, mantan Kepala Desa Meranti Paham yang lalu pak. Saya tidak tahu dia di libatkan atau tidak,” tambahnya.

Upaya konfirmasi kepada Ketua Komite Sekolah, Sugeng, belum membuahkan hasil. Saat didatangi ke kediamannya, yang bersangkutan tidak dapat ditemui.

Sementara itu, Kepala Sekolah Suriati saat dikonfirmasi langsung di lingkungan sekolah terlihat menghindar dari awak media.

“Saya ada urusan ke Korwil,” ucapnya singkat sebelum meninggalkan lokasi.

Konfirmasi lanjutan melalui pesan WhatsApp terkait kondisi fasilitas sekolah justru direspons dengan pengiriman foto perbaikan asbes yang disebut baru dilakukan setelah viral.

Namun, saat ditanya lebih lanjut mengenai penyebab kerusakan serta penggunaan anggaran sarana dan prasarana, jawaban yang diberikan dinilai tidak menjawab substansi pertanyaan. “Pak itu kan sekarang sudah direhab,” tulisnya singkat.

Hingga berita ini dilaporkan ke redaksi, belum ada penjelasan secara rinci dari Kepala Sekolah terkait penggunaan dana BOS tersebut. (*)

Penulis: Nsr/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *