Cakrawalaasia.news, LABUHANBATU – Kepala Sekolah SD Negeri 19 Selat Besar Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Nurbaiti S.Pd, diduga kuat melakukan penyelewengan dana BOS tahun anggaran 2023 – 2024 – 2025 dibeberapa item pelaksanaan anggaran.
Adapun anggaran yang diduga “Diselewengkan” dan di “Mark Up” dalam penggunaan anggaran sarana dan prasarana infrastruktur sekolah, pengadaan alat multi media, kegiatan ekstrakurikuler dan pengayaan perpustakaan dan gaji guru honorer dan administrasi sekolah.
Berdasarkan hasil investigasi perimbangan informasi yang diperoleh ke sekolah dimaksud, serta keterangan Nurbaiti langsung, saat dikonfirmasi awak media ini, Selasa, (14/04/2026) tentang penggunaan anggaran sarana dan prasarana sekolah.
Nurbaiti mengaku, anggaran sarana dan prasarana sekolah digunakan untuk mencat dinding sekolah setiap tahunnya dan memperbaiki asbes yang bocor.
Keterangan yang diberikan Nurbaiti ketika diwawancara, bertolak belakang dengan keterangan dari salah seorang guru di sekolah tersebut. Menurut guru,l yang namanya enggan disebutkan, baru tahun 2026 ini ada pengecatan dinding sekolah.
“Selama ibu itu jadi kepala sekolah, baru ini dinding sekolah di cat pak, tahun – tahun sebelumnya gak pernah. Pengecatan dinding sekolah ini pun baru beberapa hari lalu dikerjakan,”terang guru itu.
Ketika ditanya soal anggaran perpustakaan dengan keberadaan kondisi ruangan perpustakaan yang tak ada buku, Nurbaiti mengatakan, anggaran tersebut dialihkan ke perpustakaan untuk perbaikan sarana dan prasarana infrastruktur sekolah.
“Dana untuk perpustakaan saya alihkan untuk perbaikan sekolah Pak, karena dana untuk sarana dan prasarana infrastruktur sekolah tidak mencukupi,” kata Nurbaiti.
Ketika ditanya, soal anggaran kegiatan ekstrakurikuler dan alat multi media, Nurbaiti mengaku tidak ada kegiatan ekstrakurikuler juga tidak ada alat multi media di sekolah itu.
Jawaban yang diberikan Nurbaiti, ketika dikonfirmasi di ruang kerjanya sangat kontradiktif dengan data SPJ penggunaan dana BOS untuk tahun anggaran 2023 – 2024 – 2025. Dugaan aroma manipulasi data pun begitu kental.
Pasalnya, dalam SPJ BOS tahun 2023, tahap 1 anggaran belanja perpustakaan sebesar Rp.8.349.250,00. Di tahap 2 anggaran perpustakaan sebesar Rp.18.335.000,00.
Adapun anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tahun 2023 tahap satu sebesar Rp.1.500.000, untuk tahap dua melejit anggaran sebesar Rp12.500.000.
Kegiatan ekstrakurikuler siswa tidak ada, namun penggunaan anggaran ekstra kurikuler tahap satu tahun 2023 sebesar Rp.500.000. Di tahap dua anggaran melejit naik menjadi Rp.5.600.000.
Dugaan manipulasi data untuk meraup keuntungan pribadi Kepala Sekolah SDN 19 semakin terendus di bidang penggunaan anggaran ekstra kurikuler.
Laporan dalam SPJ BOS dari tahun 2023 – tahun 2025 tidak ada yang kosong dan menelan anggaran keseluruhan sampai 6 jutaan rupiah. Sedangkan pengakuan Nurbaiti juga keterangan siswa tidak ada kegiatan ekstrakurikuler di sekolah itu.
Semakin menggelitik penggunaan anggaran BOS untuk perpustakaan tahun 2024 tahap satu sebesar Rp.4.075.200, dan di tahap 2 anggaran perpustakaan sebesar Rp.7.789.000.
Untuk anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tahun 2024 tahap satu 0, sedangkan di tahap 2 anggaran dimaksud sebesar Rp.5. 573.050.
Kemudian, anggaran untuk perpustakaan tahun 2025 tahap 1 sebesar Rp.4.632.200. Untuk Tahap 2 sebesar Rp.9.867.000.
Nuansa korupsi semakin mengental dalam hal anggaran pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, dimana anggaran untuk pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah tahun 2025 tahap satu sebesar Rp.1.162.000. Di tahap 2 anggaran melonjak begitu tinggi sebesar Rp.11.055.000.
Dikesempatan itu, Nurbaiti saat menjawab awak media ini berapa jumlah guru honor komite di sekolah itu, Nurbaiti mengaku guru honorer sebanyak 3 orang dengan gaji sebesar Rp.750.000 perbulan.
Sedangkan dalam laporan penggunaan dana BOS guru honorer sebanyak 2 orang. Anehnya, besaran pembayaran guru honorer berubah setiap tahunnya.
Hasil temuan sesuai data laporan SPJ BOS tahun 2023, besaran yang dikeluarkan untuk gaji guru honorer tahap satu dan tahap 2 sebesar Rp.44.700.000.
Berbeda lagi di tahun anggaran 2024, di tahap 1 dan tahap 2 sebesar Rp.50.800.000. Sedangkan di tahun 2025 untuk tahap 1 dan tahap 2 hanya sebesar Rp.39.500.000.
Melihat kondisi kamar mandi yang rusak, Nurbaiti mengaku kamar mandir rusak dibobol maling. Mirisnya, Nurbaiti selama menjabat sebagai kepala sekolah di SD Negeri 19, ia mengaku sudah 10 kali membeli mesin pompa air (Sanyo).
Sedangkan dalam laporan perbelanjaan sekolah pada anggaran tahun 2023 – 2025 tidak ada dicantumkan pembelian mesin pompa air (Sanyo). (*)











