
Cakrawalaasia.news,SERGEI – Aktivitas penambangan bahan galian golongan C yang berlangsung di wilayah Desa Bajalawan, Kecamatan Sipispis, Kabupaten Sergei, menjadi sumber kegelisahan mendalam bagi warga sekitar.
Kegiatan ini diketahui berjalan tanpa memiliki dokumen legalitas yang sah selama dua bulan terakhir, serta tidak ada kejelasan terkait identitas nama pemilik usaha tersebut, tersiar kabar pemilik berinisial R.
Selain beroperasi tanpa izin, aktivitas ini meninggalkan dampak nyata berupa kerusakan lingkungan dan kerusakan parah pada jaringan jalan desa maupun akses jalan kebun Bridgestone. Kondisi jalan kini sangat memprihatinkan dan berubah drastis mengikuti pergantian musim.
Saat hujan turun, permukaan jalan yang telah tergerus dan berlubang berubah menjadi serangkaian kubangan berlumpur yang licin, menyulitkan kendaraan maupun pejalan kaki melintas.
Sebaliknya, ketika musim kemarau tiba, debu halus dari sisa material galian dan permukaan jalan yang rusak beterbangan ke udara setiap kali ada kendaraan lewat sehingga mengganggu pernapasan, mengotori rumah warga, serta tanaman di sekitar jalur tersebut.
“Kami merasa sangat terbebani. Jalan yang dulunya layak digunakan kini rusak parah, dan kerusakan alam di sekitar lokasi makin terlihat jelas. Padahal jalan ini adalah akses jalan menuju ke kebun Bridgestone,” ungkap salah satu warga setempat.
Warga juga menyampaikan bahwa masalah ini sudah tidak baru. Sebelumnya, walaupun belum secara resmi membuat laporan, warga telah menyampaikan dan berkonsultasi untuk penyelesaian terkait aktivitas galian C yang meresahkan tersebut ke kantor Polsek Sipispis.
Karena belum ada kepastian penanganan, warga berharap pihak berwenang mulai dari kepolisian, dinas terkait, hingga pemerintah daerah dapat segera meninjau lokasi.
Diperlukan langkah tegas untuk memastikan kepatuhan hukum, menghentikan dampak kerusakan yang makin meluas, serta memikirkan solusi pemulihan jalan dan lingkungan yang sudah rusak demi kenyamanan serta keselamatan seluruh warga Desa Bajalawan.











