Cakrawalaasia.news, TANGERANG – Kementerian Pertanian (Kementan) mendorong generasi muda untuk mengambil peran lebih besar dalam pengembangan subsektor peternakan modern melalui Talkshow Youth Farmer’s Day bertema “From Farm to Fame” yang digelar pada rangkaian Indo Livestock 2026 Expo & Forum di Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) PIK 2, Tangerang, Kamis (18/6).
Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengalaman dan inspirasi bagi mahasiswa serta calon wirausahawan muda untuk melihat peternakan sebagai sektor yang menjanjikan dan berdaya saing.
Direktur Pakan Kementerian Pertanian Tri Melasari mengatakan kebutuhan protein hewani nasional yang terus meningkat, termasuk untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), membuka peluang usaha dan investasi yang sangat besar di subsektor peternakan. Menurutnya, generasi muda perlu hadir sebagai motor penggerak transformasi peternakan yang modern, efisien, dan berbasis inovasi.
“Masih terdapat kesenjangan antara kebutuhan dan produksi nasional pada berbagai komoditas peternakan. Kondisi ini membuka peluang yang luas bagi generasi muda untuk membangun usaha peternakan maupun bermitra dengan investor dalam mengembangkan bisnis peternakan modern. Melalui Youth Farmer’s Day, kami ingin menumbuhkan keberanian generasi muda untuk menangkap peluang tersebut,” ungkap Tri Melasari.
Tri menambahkan keberhasilan pembangunan peternakan tidak hanya membutuhkan dukungan pemerintah, tetapi juga keterlibatan perguruan tinggi dan pendidikan vokasi dalam mencetak sumber daya manusia yang siap terjun ke dunia usaha. Karena itu, kegiatan ini menghadirkan pelaku usaha muda yang telah membuktikan bahwa sektor peternakan mampu berkembang menjadi bisnis yang bernilai tinggi.
Owner dan CEO Sweet Sundae Group, Andromeda, mengungkapkan usahanya dirintis sejak masih menjadi mahasiswa semester empat pada tahun 2008 dan terus berkembang hingga saat ini. Ia menjelaskan Sweet Sundae juga berkontribusi dalam pengembangan industri susu nasional melalui upaya penambahan populasi sapi perah dan penguatan hilirisasi produk susu dalam negeri.
“Negara membutuhkan ide-ide segar dari mahasiswa dan generasi muda agar semakin banyak investor tertarik berinvestasi di Indonesia. Kunci kemajuan subsektor peternakan adalah kolaborasi antara peternak, pemerintah, akademisi dan juga para pelaku usaha. Kami juga terus mendorong hilirisasi produk susu, termasuk melalui peluncuran gelato organik lokal pada tahun 2025 serta dukungan terhadap penyediaan susu untuk Program Makan Bergizi Gratis,” ujar Andromeda.
Sementara itu, Owner Tiga Raja Farm, Irza Firmansyah Borneo Putra, membagikan pengalamannya membangun usaha peternakan setelah lulus dari Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang. Dalam waktu dua tahun, usaha yang dirintisnya berkembang ke berbagai bidang, mulai dari peternakan sapi, susu kambing Saanen, usaha kambing aqiqah hingga pemanfaatan limbah ternak menjadi biogas.
“Prinsip bisnis peternakan tidak harus lahir dari kandang besar, tetapi dari mimpi besar. Kunci pertumbuhan usaha terletak pada sistem yang kuat. Ketika sistem dibangun dengan baik, maka usaha akan tumbuh lebih cepat dan berkelanjutan,” imbuh Irza.
Melalui kegiatan ini, Kementan berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menekuni subsektor peternakan, memanfaatkan peluang investasi dan hilirisasi, serta menjadi pelaku usaha baru yang inovatif, adaptif, dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional menuju Indonesia Emas 2045. (*)











