Cakrawalaasia.news, LABUHANBATU – Di tengah tuntutan pelayanan kesehatan yang semakin tinggi kepada masyarakat, sejumlah Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu yang bertugas di Puskesmas Teluk Sentosa, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, justru mengaku harus menghadapi persoalan yang cukup memprihatinkan.
Hingga memasuki akhir Juni 2026, honor yang menjadi hak mereka sejak Januari dikabarkan belum juga dibayarkan.
Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan tenaga kesehatan yang selama ini tetap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya melayani masyarakat tanpa henti. Di saat harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan, para tenaga kesehatan itu mengaku hanya bisa menunggu dan berharap adanya kepastian dari pihak terkait.
Keluhan tersebut disampaikan beberapa pegawai PPPK Paruh Waktu yang ditemui wartawan di wilayah Kecamatan Panai Hulu, Rabu (24/6/2026). Mereka meminta identitasnya tidak dipublikasikan karena khawatir berdampak terhadap pekerjaan mereka.
“Sudah dari Januari sampai sekarang belum cair juga, Bang. Kami tidak tahu apa kendalanya. Yang kami tahu, kami tetap masuk kerja seperti biasa dan tetap melayani masyarakat,” ujar salah seorang petugas.
Menurutnya, keterlambatan pembayaran honor itu bukan hanya dialami dirinya sendiri, tetapi juga dirasakan oleh rekan-rekan PPPK Paruh Waktu lainnya yang bertugas di lingkungan Puskesmas Teluk Sentosa.
“Kami sama-sama menunggu. Sampai sekarang belum ada kejelasan kapan akan dibayarkan,” katanya.
Keluhan serupa juga disampaikan petugas lainnya. Ia mengaku kondisi ekonomi keluarganya mulai terdampak akibat belum diterimanya honor selama enam bulan terakhir.
“Harga sembako naik, kebutuhan anak sekolah ada, tagihan rumah tangga juga berjalan terus. Kami ini bekerja untuk mencari nafkah, tapi hak kami belum juga diberikan,” ungkapnya dengan nada kecewa.
Para tenaga kesehatan tersebut mengaku selama ini memilih bersabar dan tetap menjalankan tugas. Namun semakin lamanya honor tidak dibayarkan membuat mereka mulai mempertanyakan kepastian serta perhatian pemerintah terhadap nasib tenaga kesehatan yang berada di garis depan pelayanan masyarakat.
“Kami tidak menuntut lebih. Kami hanya berharap hak yang memang menjadi hak kami segera dibayarkan. Karena kebutuhan hidup tidak bisa menunggu,” ucap salah seorang pegawai lainnya.
Persoalan ini pun menjadi perhatian masyarakat setempat. Beberapa warga yang mengetahui kondisi tersebut menilai keterlambatan pembayaran honor tenaga kesehatan seharusnya tidak terjadi dalam rentang waktu yang begitu panjang.
Menurut mereka, tenaga kesehatan merupakan garda terdepan yang setiap hari memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga kesejahteraan mereka semestinya menjadi perhatian serius pemerintah.
“Kita berharap pemerintah segera menyelesaikan persoalan ini. Jangan sampai petugas kesehatan yang setiap hari melayani masyarakat justru merasa diabaikan hak-haknya,” ujar seorang warga Panai Hulu.
Keterlambatan pembayaran honor PPPK Paruh Waktu selama enam bulan ini juga menimbulkan pertanyaan terkait mekanisme administrasi dan penganggaran yang berjalan di lingkungan instansi terkait.
Jika benar terdapat kendala administrasi maupun teknis, masyarakat menilai perlu adanya penjelasan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Transparansi dinilai menjadi hal penting mengingat para pegawai yang terdampak merupakan bagian dari sistem pelayanan publik yang memiliki peran vital dalam menjaga kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Teluk Sentosa, H. Bangun, ketika dikonfirmasi wartawan terkait keluhan para PPPK Paruh Waktu yang belum menerima honor sejak Januari hingga Juni 2026, belum memberikan tanggapan maupun keterangan resmi.
Hingga berita ini diterbitkan, belum diperoleh penjelasan terkait penyebab keterlambatan pembayaran honor tersebut, termasuk apakah kendala berasal dari proses administrasi, penganggaran, atau faktor lainnya.
Para PPPK Paruh Waktu berharap pemerintah segera memberikan kepastian. Sebab di balik tugas pelayanan yang mereka jalankan setiap hari, ada keluarga yang harus dinafkahi, kebutuhan hidup yang harus dipenuhi, dan hak yang hingga kini masih mereka tunggu untuk dibayarkan.
“Kami tetap bekerja dan tetap melayani masyarakat. Kami hanya berharap hak kami jangan terlalu lama tertunda,” tutup salah seorang petugas. (*)











