Jalur Trans Flores Ende-Bajawa KM 4+350 Dibuka! Longsor Akibat Gempa M7,7 Akhirnya Tuntas

Foto : BPJN Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR langsung menurunkan 3 unit ekskavator ke lokasi membuka jalan. (dok. Humas BNPB).

ENDE, cakrawalaasia.news – Akses utama warga Flores sempat lumpuh total. Gempa bumi magnitudo 7,7 pada Sabtu (15/8) memicu longsor setinggi 30 meter di Jalur Trans Flores Ende–Bajawa KM 4+350. Setelah 5 hari kerja keras, BPJN NTT akhirnya berhasil membuka kembali jalur vital penghubung Ende-Nagekeo.




Material tanah berpasir dan bongkahan batu menutup seluruh badan jalan di KM 4+350. Akibatnya, roda perekonomian, pariwisata, hingga mobilitas warga Ende dan Nagekeo terhenti total.

Merespons darurat ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR langsung menurunkan 3 unit ekskavator ke lokasi.

  • Hari 1: Jalur dibuka terbatas untuk kendaraan roda dua
  • Hari 3: Kendaraan roda 4+ bisa melintas dengan sistem buka-tutup
  • Hari 5, Kamis 20/8: Berdasarkan pantauan Tim Komunikasi Kebencanaan BNPB, seluruh badan jalan sudah terbuka dan lalu lintas kembali normal

Catatan: Material sisa longsoran masih ada di lereng atas dan terus dibersihkan.

Proses pembersihan tidak mudah. Tim harus ekstra hati-hati karena gempa susulan masih sering terjadi. Prosedur keselamatan mengharuskan semua alat berat berhenti saat guncangan.

“Kamis siang kemarin kami harus stop total selama 10 detik saat gempa M6,0 mengguncang,” jelas petugas di lapangan.

Selain jalan, longsor juga menimpa kabel serat optik. Imbasnya jaringan komunikasi di koridor Ende–Nagekeo sempat terganggu. Beruntung, koordinasi lintas sektor berhasil memulihkan jaringan secara bertahap.

Setelah jalur dibuka, fokus kini ke mitigasi. Tim teknis akan melakukan penguatan struktur tebing dan memetakan revitalisasi infrastruktur agar Trans Flores lebih tangguh menghadapi bencana.

Terbukanya Jalur Trans Flores bukan hanya soal jalan. Ini tentang menyalakan kembali urat nadi ekonomi dan sosial warga Flores. Sinergi pusat, daerah, dan masyarakat jadi kunci kebangkitan pascabencana.

Sumber: Tim Bidang Komunikasi Kebencanaan BNPB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *