Kementan Sidak Pasar di Tapanuli Utara dan Toba, Harga dan Pasokan Ayam dan Telur Terkendali

Foto : Tim Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong turun langsung ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba untuk memastikan pasokan dan harga daging ayam serta telur, Jum'at (27/2/2026), (sumber : Ditjen PKH Kementan-RI).

Cakrawalaasia.news, MEDAN – Kementerian Pertanian (Kementan) terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan pangan hewani di berbagai daerah saat Ramadan dan menjelang Idulfitri 2026, Jumat (27/2/2026).

Tim Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTUHPT) Siborongborong turun langsung ke pasar-pasar tradisional di Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Toba untuk memastikan pasokan dan harga daging ayam serta telur.

Kepala BPTUHPT Siborongborong, Yude Maulana Yusuf, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan gambaran riil kondisi pasar sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

“Kami ingin memastikan stok tersedia, distribusi lancar, dan harga bergerak dalam rentang yang wajar menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.

Di Kabupaten Tapanuli Utara, tepatnya di Kecamatan Siborongborong dan di Pasar Tradisional Tarutung, harga daging ayam berada pada kisaran Rp.34,000 – Rp.37.000 per kilogram. Jika dibandingkan dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) ayam sebesar Rp.40.000 per kilogram, harga tersebut masih berada di bawah acuan.

Menak Nababan dan Efendi Nababan, dua pedagang yang ditemui di Tapanuli Utara, menyampaikan bahwa sejak awal Ramadan permintaan relatif stabil. “Belum ada lonjakan yang berarti. Stok masih cukup dan pasokan lancar,” ujar para pedagang tersebut. Kondisi ini turut menjaga pergerakan harga tetap terkendali.

Untuk telur ayam di Kab. Tapanuli Utara dan Toba harga relatif sama berkisar Rp.32.000 – Rp35.000 per kilogram, meskipun ada kenaikan sekitar 0,85% namun relatif dekat dengan HAP Rp.30.000 per kilogram.

Muhammad Nazar Tampubolon dan Desima Hutajulu, pedagang di Pasar Balige, memastikan ketersediaan barang tetap aman. Mereka menyebut distribusi pasokan berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

“Permintaan masih normal, belum ada peningkatan signifikan. Stok aman,” kata pedagang.

Hasil ini menjadi dasar optimisme bahwa kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik, sekaligus menjadi referensi dalam menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan di wilayah tersebut. (**)

Penulis: Ditjen PKH Kementan-RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *