Cakrawalaasia.news, NEW YORK – Dalam rangkaian Sidang ke-21 United Nations Twenty-first United Nations Forum on Forests di Markas Besar PBB, New York, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan peran strategis Indonesia sebagai salah satu kekuatan utama dunia dalam pelestarian ekosistem mangrove.
Dengan kepemilikan sekitar 23 persen dari total luas mangrove global, yang terbesar di dunia, Indonesia menempatkan mangrove sebagai aset penting bagi aksi iklim, ketahanan pesisir, dan konservasi keanekaragaman hayati.
Melalui inisiatif World Mangrove Center, Indonesia mengajak masyarakat internasional untuk memperkuat kemitraan global, memperluas kolaborasi riset dan inovasi, serta mendorong aksi nyata bagi perlindungan dan restorasi mangrove dunia secara berkelanjutan.
Menteri Kehutanan menjelaskan bahwa sekitar 80 persen dari ekosistem mangrove di Indonesia berada di bawah wilayah kewenangan Kementerian Kehutanan. Oleh karena itu, Indonesia berkomitmen untuk memimpin upaya global dalam memanfaatkan potensi mangrove guna mendukung aksi iklim, meningkatkan ketahanan pesisir, serta menjaga konservasi keanekaragaman hayati.
“Indonesia menyambut baik kolaborasi melalui World Mangrove Center untuk memajukan manajemen mangrove berkelanjutan di tingkat global. Dengan penguasaan hampir seperempat mangrove dunia, kami ingin memastikan ekosistem ini menjadi pilar utama dalam mitigasi perubahan iklim dan perlindungan wilayah pesisir,” ujar Menhut di New York, Senin (11/5) waktu setempat.
Lebih lanjut, Direktur Jenderal Pengelolaan DAS dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, menyatakan World Mangrove Center dibangun oleh Indonesia bertujuan untuk membangun pusat unggulan yang memfasilitasi pertukaran pengetahuan, riset, dan pendanaan internasional. Dalam agenda World Mangrove Center, inisiatif pusat penelitian dan restorasi mangrove dikembangkan di berbagai field observatory station di seluruh Indonesia.
“Langkah ini diharapkan dapat mempercepat restorasi mangrove global dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan ekosistem pesisir dunia,” ujarnya.
Kehadiran Menhut di Markas PBB ini mempertegas bahwa Indonesia tidak hanya menjaga kekayaan alam nasional, tetapi juga aktif menggerakkan kemitraan global untuk solusi berbasis alam yang berkelanjutan.
Mendampingi Menteri Kehutanan dalam Sidang Twenty-first United Nations Forum on Forests, turut hadir Wakil Tetap Indonesia untuk PBB New York, Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari serta Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan sebagai bagian dari delegasi Republik Indonesia. (*)











