BANJARBARU, CAKRAWALAASIA.NEWS – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendorong penguatan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Kalimantan Selatan, khususnya melalui optimalisasi satuan tugas darat, integrasi data lintas instansi, serta peningkatan koordinasi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan dan masyarakat.
Hal ini disampaikan oleh Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto saat memimpin Rapat Koordinasi Penanggulangan Karhutla Kalimantan Selatan pada Rabu (23/9/2026).
BNPB Soroti Beda Data di Lapangan
Kepala BNPB menekankan pentingnya keseragaman data dan pelaporan dalam satu pintu agar seluruh upaya penanganan karhutla di lapangan dapat terpantau secara utuh dan menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat.
Penguatan integrasi data menjadi perhatian karena masih ditemukan perbedaan angka antara laporan dari sejumlah unsur di lapangan. Menurut Suharyanto, seluruh data mengenai titik kebakaran, luas lahan terbakar, hasil pemadaman, jumlah personel, hingga kebutuhan dukungan harus disinkronkan agar menjadi satu data yang dapat digunakan bersama.
Suharyanto menambahkan, data yang terintegrasi akan memudahkan tim lapangan dalam menentukan prioritas penanganan dan menyusun strategi operasi di lapangan. Dengan data yang sama, setiap unsur dapat mengetahui secara lebih jelas jumlah hotspot, titik kebakaran nyata, luasan terdampak, serta kebutuhan kekuatan pemadaman di masing-masing kabupaten.
Tidak Hanya Andalkan Water Bombing
Selain persoalan data, Kepala BNPB juga menekankan bahwa operasi pemadaman tidak dapat hanya mengandalkan helikopter water bombing. Berdasarkan evaluasi operasi, kemampuan pemadaman melalui udara memiliki keterbatasan, sehingga penggunaannya perlu diarahkan terutama pada lokasi yang sulit dijangkau oleh satgas darat maupun untuk membantu memutus dan mengendalikan penjalaran api.
Saat ini, penanganan karhutla di Kalimantan Selatan didukung enam unit helikopter. BNPB mencatat bahwa operasi water bombing perlu dipadukan dengan upaya pemadaman melalui jalur darat agar hasil penanganan lebih optimal. Di sisi lain, operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus dilakukan sebagai bagian dari upaya penanganan karhutla.
BNPB mendorong penambahan tim pemadaman darat apabila jumlah personel yang tersedia masih belum mencukupi. Setiap tim dapat beranggotakan sekitar 15 orang dengan perlengkapan pemadaman yang memadai. Komposisi tim dapat melibatkan unsur TNI, Polri, Manggala Agni, masyarakat peduli api, relawan, maupun masyarakat setempat.
125 Hektare Jadi Target Penanganan
Berdasarkan data yang dihimpun oleh BNPB per Selasa (22/9/2026), total target penanganan karhutla di Provinsi Kalimantan Selatan seluas 125,31 hektare dengan rincian 62,15 ha lahan terbakar telah berhasil dipadamkan dan 63,16 hektare lahan masih dalam penanganan.
Kepala BNPB meminta seluruh unsur di Kalimantan Selatan terus memperkuat upaya pemadaman dalam beberapa waktu ke depan, mengingat potensi karhutla masih perlu diantisipasi hingga memasuki musim hujan yang diprediksi akan datang pada Dasarian I bulan November mendatang.











