Cakrawalaasia news, JAKARTA – Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian mengingatkan, pentingnya pengelolaan perkotaan yang terencana dan berkelanjutan di tengah arus urbanisasi yang terus meningkat.
Menurut Mendagri, Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan pertumbuhan kota tetap produktif, inklusif, dan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Kota saat ini menjadi pusat ekonomi nasional sekaligus titik paling rentan terhadap berbagai persoalan sosial. Fenomena urbanisasi yang tidak terkendali akan memicu berbagai masalah seperti kawasan kumuh (slum area), meningkatnya kriminalitas, hingga tekanan biaya hidup yang tinggi di kota,”kata Mendagri Tito Karnavian dalam postingan publiknya di akun media sosial Facebook @Tito Karnavian, Rabu (22/4/2026).
Lanjut Mendagri, Secara tidak langsung, bahwa peran kota di Indonesia sangat strategis karena menjadi pusat aktivitas ekonomi dan tempat tinggal mayoritas penduduk.
Jika pembangunan kota tidak dirancang dengan baik, maka efek jangka panjangnya bisa sangat berat. Mulai dari mahalnya biaya hidup, hingga menurunnya kualitas hidup masyarakat, serta pentingnya tata ruang kota yang disiplin.
Mendagri juga berpesan, kebijakan yang tidak konsisten, terutama perubahan ruang hijau menjadi kawasan komersial, akan berdampak langsung pada bencana seperti banjir. Selain itu, kota di Indonesia masih belum ramah terhadap pejalan kaki dan minim ruang terbuka hijau, padahal hal tersebut terbukti meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
“Pemerintah daerah harus mampu mengendalikan pertumbuhan kota agar tidak menjadi sumber masalah baru. Tanpa perencanaan yang matang, kota bisa berubah dari pusat pertumbuhan menjadi pusat krisis,”kata Mendagri. (*)











