Cakrawalaasia.news, LEMBANG – Penguatan kolaborasi antara sektor pertanian dan pertahanan kembali menjadi sorotan dalam upaya membangun sinergi lintas sektor yang berkelanjutan. Momentum kegiatan di kawasan Lembang Jawa Barat menegaskan komitmen bersama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dan Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Udara (Seskoau) dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia serta kemandirian pangan.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Andi Amran Sulaiman, yang mendorong kolaborasi konkret antarinstansi guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus memperluas manfaat sektor pertanian ke berbagai bidang, termasuk pendidikan di lingkungan pertahanan.
Melalui peran Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, sinergi tersebut diwujudkan dalam bentuk dukungan terhadap pengembangan pembelajaran berbasis peternakan di lingkungan Seskoau. Kehadiran ternak unggul diharapkan menjadi sarana praktis yang menunjang proses pendidikan sekaligus membuka peluang pengembangan peternakan secara mandiri.
Dalam kolaborasi ini BIB Lembang menyalurkan satu ekor pejantan Limosin berbobot 855 kilogram, satu pejantan Simental seberat 823 kilogram, serta dua ekor sapi betina muda berusia sekitar 15 bulan. Penyerahan ini menjadi bagian dari implementasi kolaborasi yang lebih luas.
Kepala BIB Lembang, Gun Gun Gunara, menegaskan bahwa program ini memiliki tujuan jangka panjang. “Diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran sekaligus mendorong pengembangbiakan ternak secara mandiri di lingkungan Seskoau,” ujarnya, Kamis (23/4/2026), menekankan bahwa pemberian ternak ini juga diarahkan untuk mendukung penguatan kapasitas dan kemandirian.
Sementara itu, Komandan Seskoau, Jorry S. Koloay, memandang fasilitasi tersebut sebagai bagian dari kerja sama strategis yang lebih luas. “Kami sangat mengapresiasi dukungan ini. Selain sebagai bentuk kerja sama, ternak ini juga akan dimanfaatkan sebagai media pembelajaran bagi para perwira siswa,” katanya, menggambarkan pemanfaatan fasilitasi tersebut dalam proses pendidikan di lingkungan Seskoau.
Pemanfaatan sarana ini juga melibatkan perwira siswa dari berbagai negara, seperti Amerika Serikat, Australia, China, dan Malaysia. Keterlibatan peserta internasional tersebut diharapkan memperkaya pengalaman pembelajaran lintas bidang sekaligus memperkenalkan praktik pengelolaan peternakan di Indonesia.
Ke depan, BIB Lembang berkomitmen untuk terus memberikan pendampingan teknis dan pelatihan manajemen peternakan kepada personel Seskoau. Upaya ini menjadi bagian dari penguatan kolaborasi berkelanjutan antara Kementan dan Seskoau, sejalan dengan arahan Menteri Pertanian dalam membangun sinergi lintas sektor yang berdampak nyata.
Dengan demikian, momentum ini mencerminkan bahwa kolaborasi antara Kementan dan Seskoau tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan menjadi langkah awal untuk kerja sama yang lebih luas dalam mendukung kemandirian pangan dan pengembangan sumber daya manusia. (*)











