Daerah  

Dugaan Pemangkasan TBS Milik PTPN IV Regional II Mencuat, Warga Duga Ada Keterlibatan “Orang Dalam”

Foto : (ist)

LABUHANBATU, CAKRAWALAASIA.NEWS – Dugaan pemangkasan Tandan Buah Segar (TBS) sawit milik PTPN IV Regional II Kebun Meranti Paham Ajamu II, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, marak terjadi. Aksi yang diduga melibatkan praktik dugaan “kongkalikong” ini kerap berlangsung pada malam hari di sekitar area Afdeling IV Kebun Ajamu I yang berbatasan langsung dengan permukiman warga.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, aksi pencurian dengan modus memangkas tonase buah sawit tersebut dinilai janggal. Pasalnya, setiap pengiriman TBS menuju Pabrik Kelapa Sawit (PKS) selalu dikawal oleh petugas pengamanan, namun aksi ini kerap lolos tanpa terdeteksi.

Warga setempat berinisial Sp (warga Desa Meranti Paham) mengungkapkan, kerugian akibat praktik lancung ini tentu sangat berdampak bagi perusahaan negara tersebut.

“Pada proses pengiriman TBS ke PKS tentu dikawal oleh pihak pengamanan yang sedang bertugas. Tapi kenapa sampai terjadi? Ini tentunya sangat merugikan perusahaan,” ujar Sp saat ditemui di Kota Ajamu, Minggu (25/10/2026).

Menurut Sp, aksi kejahatan yang diduga telah berlangsung cukup lama ini sulit diterima akal sehat jika dilakukan tanpa bantuan pihak internal. Ia menduga ada keterlibatan “orang dalam” sehingga pengurangan tonase buah di tengah jalan tidak terpantau oleh petugas.

“Skenario mereka pasti melibatkan orang dalam. Bagaimana sebanyak itu berkurang tidak terdeteksi dari tonasenya, apalagi tidak terdeteksi oleh pihak pengamanan? Kan tidak masuk akal,” kata Sp.

Ia juga membeberkan modus operandi yang digunakan para pelaku di lapangan, yakni dengan cara melancarkan aksi berpapasan antartruk pengangkut.

“Kedua truk angkutan diserempetkan di lokasi yang sudah ditentukan. Satu truk bermuatan penuh menuju PKS, sementara satu truk lainnya dalam kondisi kosong usai pengantaran TBS dari PKS menuju pulang,” ungkapnya.

Menanggapi informasi tersebut, Manager PTPN IV Kebun Mep Ajamu II, Hendri, saat dikonfirmasi Selasa (27/10/) melalui pesan singkat WhatsApp menyampaikan apresiasi atas informasi yang diberikan. Ia menegaskan akan segera menindaklanjuti temuan tersebut dan menyerahkan penanganan hukumnya jika terbukti ada pelanggaran.

“Terima kasih banyak informasinya, Bang. Info ini akan saya pelajari untuk ditindaklanjuti. Kalau hal ini terbukti, akan kita tindak sesuai aturan hukum yang berlaku untuk semua pelakunya tanpa pandang bulu,” tulis Hendri, Minggu.

Ia menambahkan, di lapangan pihaknya sebenarnya telah menerapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat, mulai dari penggunaan jaring pengaman dan Locis untuk pengangkutan ke PKS, hingga pengawalan oleh tim pengamanan.

Kendati demikian, saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai efektivitas proses pengawalan TBS menuju PKS Ajamu I oleh pihak pengamanan, hingga berita ini diturunkan, Manager Hendri maupun Asisten Personalia Kebun (APK) Rusdi belum memberikan penjelasan lanjutan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, sebelumnya angkutan terlihat tanpa menggunakan jaring pengaman dan Locis. TBS yang diduga dipangkas oleh segelintir pelaku tersebut berkisar antara satu hingga dua ton setiap kali beraksi, dengan sasaran lokasi penimbunan di sekitar area permukiman warga Desa Meranti Paham.

Penulis: Nsr/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *