“Penyelewengan” dan “Mark Up” Dana BOS Ratusan Juta, Kepsek SDN 14 Panai Hulu Tak Ada Bantahan

Foto : kondisi bangunan dan toilet SDN 14 Panai Hulu, (ist).

Cakrawalaasia.news, LABUHANBATU – Usai dianggap melakukan “pembohongan publik”, Suriati, Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri 14 Panai Hulu tidak juga membantah dirinya melakukan dugaan “Penyelewengan” dan “Mark Up” anggaran dana BOS tahun 2025.

Secara berulang, wartawan meminta klarifikasi kepada Suriati, atas beberapa point pertanyaan terkait anggaran/dana BOS (bantuan operasional sekolah). Seperti, anggaran untuk guru Honorer di SD Negeri 14 Panai Hulu ada 1 orang. Untuk tenaga honorer dianggarkan Tahap I sebesar Rp.55.000.000,- dan di Tahap II dianggarkan sebesar Rp.58.900.000,-. (Tahun Anggaran 2025).

Kemudian, Pemeliharaan sarana dan prasarana SD Negeri 14 Panai Hulu, Tahap I dianggarkan Rp.28.184.650, di Tahap II dianggarkan Rp.17.125.600 (tahun anggaran 2025). Untuk anggaran Perpustakaan, Tahap I dianggarkan Rp.13.784.000, di Tahap II dianggarkan Rp.Rp.20.230.700,- dengan judul anggaran Pengembangan Perpustakaan. Selanjutnya, anggaran untuk pembangunan toilet dan sumur bor sebesar Rp.170.000.000.

Beberapa anggaran yang dicurigai di “selewengkan” dan ”di Mark Up”, dikonfirmasi pada hari Rabu (22/4/2026) sekira pukul 11.46 Wib, dan pada hari Jum’at (24/4/2026), Suriati tidak memberikan jawaban apa pun. Bahkan,  dari hasil penelusuran, Kepsek SD Negeri 14 Panai Hulu memiliki temuan anggaran ke negara sebesar Rp.9 juta lebih di tahun 2024 yg dibawa ke anggaran tahun 2025.

Sebelumnya diberitakan, SD Negeri 14 Panai Hulu viral di media sosial Facebook terkait dengan kondisi ruang belajar. Viralnya video tersebut menjadi sorotan berbagai kalangan masyarakat. Hingga, beberapa media dan wartawan mempertanyakan hal kondisi SD Negeri 14 Panai Hulu sampai tidak tersentuh oleh Dana BOS.

Usai viral dan diberitakan, Suriati dengan cepat melakukan rehab ruangan belajar yang sudah terposting di media sosial, dan sempat melakukan bantahan yang terbit disalah satu media lokal Kabupaten Labuhanbatu. Miris, pernyataan bantahan Suriati dianggap suatu ”KEBOHONGAN” alias diduga “Tipu-Tipu”.

“Itu sudah “bohong” dia pak. Karena, video keadaan SDN 14 Panai Hulu yang hancur itu, diperbaiki hanya bagian ruangan yang ada di video yang viral itu. Masih ada bagian bangunan lain yang benar – benar tak pernah dirawat,”ujar seorang warga yang sempat melihat kondisi SDN 14 Panai Hulu usai viral di media sosial, Minggu (19/4/2026), dan tak ingin namanya dicatut media. (Nsr/red).

Penulis: Nsr/RedEditor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *