Cakrawalaasia.news, PAKPAK BARAT – Kodim 0206/Dairi melaksanakan kegiatan ground breaking pembangunan Jembatan Garuda yang berlokasi di Desa Kaban Tengah, Kecamatan STTU Jehe, Kabupaten Pakpak Bharat, Senin (06/04/2026) pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan secara serentak dan diikuti oleh Pangdam I/Bukit Barisan melalui video conference.
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati Pakpak Bharat Dr. H. Mutsyuhito Solin, M.Pd, Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto, SE, M.I.P, Ketua Komisi I DPRD Lukman Banurea, SE, MM, Pasiter Kodim 0206/Dairi Kapten Inf J. Maibang, Camat STTU Jehe, Kapolsek Sukaramai, Kepala Desa Kaban Tengah, Babinsa, serta masyarakat setempat. Kehadiran berbagai unsur ini menunjukkan sinergi kuat antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendukung percepatan pembangunan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan melalui Zoom bersama Pangdam I/BB, dilanjutkan sambutan dari Camat, tokoh masyarakat, Wakil Bupati, dan Dandim 0206/Dairi.
Kegiatan juga diisi dengan pemberian tali asih, penghijauan berupa penanaman pohon durian, rambutan, dan mangga, foto bersama, serta prosesi ground breaking sebagai simbol dimulainya pembangunan jembatan. Acara ditutup dengan doa dan makan bersama dalam suasana kebersamaan.
Dalam arahannya, Pangdam I/Bukit Barisan menyampaikan bahwa pembangunan jembatan di wilayah Sumatera Utara merupakan bagian dari program pemerintah pusat dalam rangka pemerataan pembangunan.
Dari total 320 jembatan yang direncanakan, sebanyak 144 jembatan telah terbangun, baik jenis Bailey, Aramco, maupun jembatan gantung. Jembatan Garuda yang dibangun di Kabupaten Pakpak Bharat ini memiliki panjang 70 meter dan lebar 1,5 meter, yang akan menghubungkan Dusun Cubancer dengan Dusun Siburku di Desa Kaban Tengah.
Sementara itu, Dandim 0206/Dairi Letkol Czi Nanang Sujarwanto, SE, M.I.P dalam sambutannya menegaskan bahwa pembangunan jembatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian TNI terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah binaan.
Letkol Nanang menyebutkan, pengerjaan jembatan melibatkan personel TNI bersama masyarakat secara gotong royong, sehingga diharapkan dapat mempercepat akses transportasi, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan warga. Kegiatan berakhir pada pukul 11.30 WIB dengan aman dan lancar. (**)











