Cakrawalaasianews, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) Republik Indonesia menyatakan dukungan penguatan kerangka kerja sama regional dalam menghadapi ancaman terorisme lintas negara.
Dukungan itu diungkapkan dalam pertemuan ke-15 ADMM-Plus Expert Working Group on Counter Terrorism (EWG-CT) dan Initial Planning Conference for Table-Top Exercise (IPC TTX) di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu-Kamis (16–17/7/2025) yang lalu.
Pertemuan tersebut menghasilkan konsensus penting terkait skenario latihan dan struktur tanggap intelijen untuk menghadapi terorisme transnasional, dan menghadapi integrasi agenda Women, Peace, and Security (WPS) dalam konteks Preventing and Countering Violent Extremism (PCVE) dan Counter-Terrorism (CT).
“Kerja sama regional adalah kunci dalam menghadapi ancaman terorisme yang terus berkembang dan melampaui batas negara,” ujar perwakilan delegasi Kemenko Polkam, Kolonel Ahmad Sumarna.
“Melalui pertemuan ini, kita telah mengonsolidasikan sinergi di antara negara-negara ASEAN dan mitra Plus untuk membangun respons yang lebih kuat dan terkoordinasi,” kata Sumarna.
Tindak lanjut dari pertemuan ini, Kemenko Polkam akan segera berkoordinasi dengan kementerian teknis terkait, termasuk mempersiapkan posisi Indonesia untuk Final Planning Conference (FPC). Kemenko Polkam juga menindaklanjuti dengan menyusun Compendium of Best Practices ADMM-Plus on CT, dan pengajuan usulan sel diplomatik-politik dalam struktur External Control TTX.
Hasil-hasil pertemuan ini menegaskan komitmen kuat negara-negara ADMM-Plus untuk menjaga stabilitas dan keamanan regional dari ancaman terorisme yang terus berevolusi.**