Cakrawalaasia.news, JAKARTA – Presiden Prabowo mengumpulkan seluruh anggota Kabinet Merah Putih, serta seluruh Eselon 1 Kementerian, Lembaga dan Badan Pemerintah beserta Dirut BUMN di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (8/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menyampaikan dua kebijakan penting di tengah ketidakpastian global dan naiknya harga avtur dunia, yaitu mengenai turunnya harga ongkos haji dan evaluasi kawasan hutan untuk tambang.
Yang pertama, terkait dengan pelaksanaan haji di bulan Mei 2026, Presiden Prabowo memastikan, biaya ongkos naik haji tahun 2026 tidak akan mengalami kenaikan. Bahkan, biaya akan diturunkan sebesar Rp2 juta.
Selain itu, Presiden Prabowo membuat kebijakan mengenai antrian haji tidak lagi di 48 tahun. Melainkan paling lama 26 tahun.
Mengenai kenaikan harga minyak avtur global yang berdampak terhadap kenaikan biaya tiket pesawat untuk 220 ribu jemaah haji Indonesia sebesar Rp 1,77 triliun. Hal tersebut akan ditanggung Pemerintah sehingga masyarakat yang berangkat haji tidak terbebani kenaikan avtur. Ditambah, Presiden Prabowo juga berupa segera membangun Kampung Haji Indonesia di Mekkah.
Disamping kebijakan soal haji, Presiden Prabowo memerintahkan Menteri ESDM untuk segera mengevaluasi Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang ada di kawasan hutan lindung, hutan konservasi, taman nasional serta kawasan hutan untuk dievaluasi dan dikembalikan ke negara bagi yang melanggar. (**)











