Presiden Prabowo Hadiri Acara Akad Massal 50.030 Unit Rumah KPR FLPP

Biaya Urus IMB/PBG dan BPHTB di Gratiskan

Foto : Presiden-RI Prabowo Subianto menghadiri acara Akad Massal 50.030 Unit Rumah Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Serang, Prov. Banten, Sabtu (19/12/2025), (sumber : Setkab-RI).

Cakrawalaasia.news, SERANG – Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara Akad Massal 50.030 Unit Rumah Kredit Perumahan Rakyat (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) dan serah terima kunci tahun 2025, Sabtu (20/12/2025), di Kota Serang, Banten.

Rumah-rumah yang diserahterimakan hari ini, bukan hanya di kota Serang saja. Namun, serah terima kunci rumah KPR FLPP tersebut dilakukan di sejumlah wilayah di Indonesia.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait menyampaikan, kebijakan Presiden RI untuk menaikkan kuota rumah subsidi dari 220 ribu menjadi 350 ribu rumah di tahun 2025 ini, sangatlah ditunggu warga seluruh Indonesia.

Seperti dalam kesempatan ini, terdapat perwakilan penerima rumah yang bekerja sebagai asisten rumah tangga, tukang cukur, pengemudi ojek online, pedagang kopi keliling, guru madrasah, serta beberapa penyandang disabilitas.

Selain itu, pemerintah menghapus kebijakan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) untuk rumah pribadi yang dulunya disebut dengan IMB.

Kini, dengan adanya penghapusan PBG tersebut, menambah kemudahan masyarakat untuk memiliki rumah sendiri.

Sebelumnya, untuk mendapatkan izin IMB/PBG ini, masyarakat harus membayar biaya administrasi. Pemerintah, dengan program Asta Cita Presiden Prabowo, sekarang telah digratiskan.

Sama halnya juga dengan izin pembuatan BPHTB (Bea Perolehan Hak Atas Tanah Bangunan), yang dulu harus membayar biaya administrasi, sekarang menjadi gratis.

Pembangunan rumah-rumah ini mempunyai rantai ekonomi yang masif. Satu rumah bisa mempekerjakan sedikitnya 5 buruh bangunan, serta melibatkan pedagang semen, batu bata, atap, lantai, pedagang makanan minuman dan lainnya.

Dengan banyaknya rumah bersubsidi, negara hadir khususnya untuk masyarakat berpenghasilan rendah agar mempunyai kesempatan yang sama untuk memiliki rumah yang layak huni. (**)

Penulis: Humas Setkab-RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *