Kemenko Polkam Pimpin Rapat Koordinasi Penanganan Makam Tentara Belanda di Lampung Selatan

Foto : Kolonel Chk Bambang Sugiarto, Kepala Bidang Kerja Sama Bilateral Eropa Kemenko Polkam saat membuka rapat koordinasi mengenai “Pembahasan Lanjutan Hasil Kunjungan Lapangan Ke Lokasi Makam Tentara Belanda di Pulau Sebuku Besar, Lampung Selatan”, di Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (20/8/2025). (doc. Humas Kemenko Polkam-RI).

Cakrawalaasia.news, Lampung – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama instansi terkait memastikan keberadaan makam Tentara Belanda yang gugur dalam Pertempuran Selat Sunda pada 1 Maret 1942 silam di Pulau Sebuku Besar, Kabupaten Lampung Selatan.

“Hal ini menindaklanjuti permintaan dari Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta yang memohon untuk dilakukan identifikasi DNA dan penanganan jenazah tentara mereka yang gugur saat perang,” jelas Kolonel Chk Bambang Sugiarto, Kepala Bidang Kerja Sama Bilateral Eropa Kemenko Polkam saat membuka rapat koordinasi mengenai “Pembahasan Lanjutan Hasil Kunjungan Lapangan Ke Lokasi Makam Tentara Belanda di Pulau Sebuku Besar, Lampung Selatan”, di Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (20/8/2025).

Sebagai informasi, jenazah tersebut diduga adalah prajurit kapal Hr. Ms. Evertsen, Willem Klaas Piet dan Harm Koopman, yang tewas dalam pertempuran Selat Sunda pada 1 Maret 1942 setelah Pertempuran Laut Jawa.

Permintaan lain dari pihak Belanda adalah, agar dapat dilakukan penguburan kembali di Makam Ereveld Kembang Kuning di Surabaya yang dikelola oleh _Oorlogsgravenstichting_ (OGS) atau Yayasan Pemakaman Perang Belanda.

“Permintaan ini memiliki dimensi sejarah, kemanusiaan, serta hubungan bilateral, karena itu setiap langkah akan ditempuh melalui koordinasi erat lintas kementerian dan lembaga, dengan tetap menghormati hukum dan budaya lokal,” tegasnya.

Foto : Kolonel Chk Bambang Sugiarto, Kepala Bidang Kerja Sama Bilateral Eropa Kemenko Polkam saat membuka rapat koordinasi mengenai “Pembahasan Lanjutan Hasil Kunjungan Lapangan Ke Lokasi Makam Tentara Belanda di Pulau Sebuku Besar, Lampung Selatan”, di Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (20/8/2025).

Pencarian ini melibatkan kerja sama tim gabungan lintas Kementerian/Lembaga, yaitu Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Kebudayaan, Badan Riset dan Inovasi Nasional, TNI, Polri, serta Pemkab Lampung Selatan.

Dukungan terhadap Kemenko Polkam pun diutarakan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang turut mengikuti rakor tersebut. “Tentunya kami pemerintah daerah sangat mendukung, karena menjadi suatu kehormatan bagi Lampung Selatan, dapat menjadi bagian dari sejarah,” ungkapnya.

“Semoga ini bisa membawa berita baik dan membuka peluang yang lebih besar lagi untuk pariwisata Lampung Selatan, juga mempererat hubungan bilateral yang lebih baik antara pemerintah Indonesia dan Belanda,” jelasnya.

Rakor tersebut menyepakati bahwa Indonesia pada prinsipnya siap menindaklanjuti permintaan Belanda, mengingat hubungan bilateral yang telah terjalin sangat baik antara Indonesia dan Belanda, dengan menempatkan aspek kemanusiaan dan penghormatan sejarah sebagai prioritas.**

 

 

 

 

 

 

 

Sumber : Humas Kemenko Polkam RI (SIARAN PERS NO. 350/SP/HM.01.02/POLKAM/8/2025)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *