Cakrawalaasia.news, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan merespons peningkatan signifikan jumlah WNI yang mendatangi KBRI Phonmpenh seiring pelaksanaan Operasi XXL oleh otoritas setempat sebagai upaya pemberantasan kejahatan siber lintas negara.
“Melalui koordinasi ini, kita upayakan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan efektif, baik dari sisi perlindungan WNI maupun penegakan hukum,” ujar Deputi Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri, Mohammad K. Koba saat membuka Rapat Koordinasi Penanganan WNI dan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) di Kamboja terkait praktik penipuan daring di Kantor Kemenko Polkam, pada Rabu (18/02/2026).
Ia menambahkan bahwa rapat ini diadakan untuk memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga guna memastikan langkah penegakan hukum dan perlindungan WNI berjalan optimal.
Melalui koordinasi tersebut, dihasilkan kesepakatan untuk memperkuat sinergi lintas sektoral guna menyusun langkah penanganan yang komprehensif. “Perlu untuk dirumuskan strategi pencegahan yang preventif demi menghindari terjadinya eskalasi atau perulangan kasus serupa di masa mendatang,” tegas Koba.
“Sinergi lintas kementerian ini merupakan kunci utama untuk memastikan penanganan kasus dilakukan secara tuntas dan sesuai dengan koridor hukum yang berlaku,” ujarnya.
Rapat koordinasi ini diselenggarakan dengan melibatkan perwakilan kementerian dan lembaga terkait dan memastikan bahwa seluruh upaya penanganan berjalan secara efektif, terpadu, serta tetap selaras dengan ketentuan hukum nasional yang berlaku. (**)











