Cakrawalaasia.news, Pasuruan – Sejak tahun 2019, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan telah menginisiasi kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) di bidang keamanan terhadap program relawan United States Peace Corps (USPC).
Keamanan merupakan aspek yang sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Tidak hanya warga Indonesia, tetapi juga warga negara asing yang berada di Indonesia.
“Program USPC berdampak positif terhadap peningkatan kemampuan Bahasa Inggris siswa di tingkat SMP dan SMA. Namun demikian, program ini dapat dikatakan berhasil jika para relawan yang berasal dari Amerika Serikat tersebut merasa aman sejak mereka tiba di Indonesia, kemudian mengajar, hingga kembali ke negaranya,” ujar Plt. Asisten Deputi Koordinasi Kerja Sama Amerika dan Eropa, Nur Rokhmah Hidayah, saat melaksanakan monitoring dan evaluasi di MTsN 2 Pasuruan, Jawa Timur, Selasa (22/7/2025).
Sementara itu Kabid Kerja Sama Bilateral Amerika, Kolonel Marinir Pangestu Widiatmoko saat membuka kegiatan di SMAN 1 Krasaan Probolinggo sampaikan apreasiasi atas upaya relawan Peace Coprs karena sudah memberikan kemajuan berbahasa Inggris terhadap pelajar di SMA tersebut.
USPC merupakan lembaga pemerintah Amerika Serikat (AS) yang berwenang melaksanakan program dan kegiatan kerja sama teknis dari Pemerintah AS. Dalam kerja sama dengan Pemerintah Indonesia, program USPC difokuskan pada bidang pendidikan melalui penugasan sejumlah relawan warga negara AS untuk mendukung peningkatan kapasitas Guru Bahasa Inggris dan siswa di tingkat SMP dan SMA. Kegiatan ini merupakan upaya kedua negara untuk tingkatkan kerja sama people to people contact.
Kemenko Polkam telah menetapkan Standard Operation Procedure (SOP) monitoring dan evaluasi bidang keamanan terhadap program USPC sebagai pedoman dalam mengevaluasi hasil dari program serta dampaknya terhadap keamanan nasional.
SOP ini digunakan oleh K/L anggota Tim Teknis/Working Group Peace Corps (PC) dan unsur-unsur Pemerintah Daerah beserta aparat keamanan setempat yang menjadi lokasi penugasan relawan USPC, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Timur.
Perwakilan Direktorat Amerika I Kementerian Luar Negeri, Nur Fitria, menyampaikan bahwa program USPC dapat berperan sebagai wadah pertukaran budaya dan perspektif antara masyarakat Indonesia dengan masyarakat AS.
“Kita harapkan program ini dapat mempererat hubungan saling memahami dan mengerti antara Indonesia dan AS. Program ini dapat berhasil berkat dukungan Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah yang telah menerima relawan untuk bisa berkontribusi di sekolah yang dipimpinnya,” ujarnya.
Di Jawa Timur sendiri, saat ini tercatat terdapat tiga belas relawan USPC. Mereka mengajar di sekolah-sekolah di berbagai kota di provinsi ini.**