Jelang HBKN Wamendag-RI Sidak Harga Bapok, MINYAKITA Rp.15.700,- HET

Foto : Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Widya Putri meninjau langsung harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok (bapok) menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Imlek 2577 Kongzili, Ramadan, dan Idul Fitri 1447 H di Pasar Cisalak, Depok, Jawa Barat, pada Senin (9/2/2026). (sumber : Siaran Pers Kemendag-RI).

“Peninjauan pasar secara langsung ini kami lakukan untuk memastikan harga bapok di pasar stabil dan terjangkau bagi masyarakat. Hasil dialog dengan para pedagang, harga cabai rawit merah, telur ayam ras, dan daging ayam ras mengalami fluktuasi harga yang masih terkendali. Sementara itu, harga minyak goreng MINYAKITA tersedia sesuai harga eceran tertinggi (HET) Rp.15.700/liter,” ujar Wamendag Roro.

Selain MINYAKITA, sejumlah komoditas bapok lain yang dijual sesuai HET dan harga acuan (HA) di Pasar Cisalak yaitu beras medium Rp.13.500/kg dan bawang putih honan Rp.38.000/kg. Selanjutnya, komoditas bapok lainnya yang harganya terpantau stabil yaitu beras premium Rp.14.500/kg dan daging sapi Rp.130.000/kg.

Berdasarkan pantauan, harga komoditas bapok lainnya di Pasar Cisalak tercatat cabai merah keriting Rp.40.000/kg, cabai merah besar Rp.40.000/kg, cabai rawit merah Rp.85.000/kg, minyak goreng curah Rp17.000/liter, dan minyak goreng kemasan premium Rp.20.000/liter. Berikutnya, tepung terigu Rp.12.500/kg, gula pasir kemasan Rp.19.000/kg, bawang merah Rp.45.000 – Rp.48.000/kg, telur ayam ras Rp.31.000/kg, dan daging ayam ras Rp.40.000/kg.

Kementerian Perdagangan, lanjut Wamendag Roro, rutin melakukan analisis dan pemantauan harga melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Langkah ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dapat terus terjaga.

Selain itu, Kementerian Perdagangan telah menerbitkan ‘Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 43 Tahun 2025 tentang Minyak Goreng Sawit Kemasan dan Tata Kelola Minyak Goreng Rakyat’.

Permendag tersebut menegaskan, komitmen pemerintah dalam memperkuat tata kelola minyak goreng rakyat MINYAKITA, khususnya pada aspek distribusi, stabilisasi harga, serta pengawasan yang lebih menyeluruh.

Selain memantau harga dan pasokan bapok, Wamendag Roro juga melaksanakan Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) di Pasar Cisalak sebagai inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengelolaan, kebersihan, dan kenyamanan pasar rakyat di seluruh Indonesia. Gerakan ini diinisiasi oleh Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, serta pemerintah daerah.

Menurut Wamendag Roro, pasar rakyat yang bersih akan berdampak langsung terhadap kenyamanan pedagang dan pembeli. Dengan demikian, kondisi pasar yang bersih dan tertata diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat untuk berbelanja di pasar rakyat.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Cisalak, Rina menyambut baik kunjungan Wamendag Roro. Rina menyampaikan bahwa harga sejumlah komoditas yang ia jual, seperti cabai merah keriting, bawang putih, dan kentang masih terpantau stabil.

Rina berharap, peninjauan yang dilakukan Wamendag Roro dapat menjaga stabilitas harga secara berkelanjutan, bahkan mendorong peningkatan jumlah pembeli di Pasar Cisalak.

Dalam kesempatan ini, Rina juga menilai pelaksanaan Gernas Mapan penting untuk menciptakan pasar yang lebih bersih dan nyaman, sehingga aktivitas jual beli dapat terus bergairah dan berdampak positif bagi pendapatan pedagang.

Pada peninjauan tersebut, Wamendag Roro didampingi Wakil Wali Kota Depok Chandra Rahmansyah, Sekretaris Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Bambang Wisnubroto, Direktur Sarana Perdagangan dan Logistik Kemendag Sri Sugy Atmanto, serta Kepala Dinas Perdagangaan dan Perindustrian (Disperindag) Kota Depok Widyati Riyandani. (**)

Penulis: Siaran Pers Kemendag-RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *