Cakrawalaasia.news, Denpasar – Badan Karantina Indonesia (Barantin) semakin menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga keamanan hayati dan ketahanan pangan nasional.
Barantin hadir dan aktif dalam jaring pendapat kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Pangan oleh Komisi IV DPR RI Masa Sidang II, Tahun Sidang 2024-2025. Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi atau yang lebih dikenal Titiek Soeharto memimpin kunker dan jaring pendapat yang berlokasi di Balai Penerapan Modernisasi Pertanian (BRMP) Bali.
“Kami (Komisi IV DPR RI) mengumpulkan bahan-bahan melalui jaring pendapat ini dan membawanya untuk disinkronisasi di DPR RI. Dengan demikian RUU Pangan ini mendapatkan masukan yang komprehensif,” tutur Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto dalam jaring pendapat penyusunan RUU Pangan, Jumat (21/11) lalu.
Deputi Bidang Karantina Ikan Drama Panca Putra hadir mewakili Barantin yang didampingi Direktur Tindakan Karantina Tumbuhan Abdul Rahman dan Kepala Balai Besar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Karantina) Bali, Heri Yuwono. Kegiatan tersebut merupakan tahapan penting dalam pembentukan RUU Pangan.
“RUU Pangan menjadi isu pembahasan strategis dan Barantin telah menjalankan fungsi vitalnya berdasarkan Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan. Kemudian diimplementasikan melalui Peraturan Pemerintah No. 29 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan UU No. 21 Tahun 2019 dan Presiden Nomor 45 Tahun 2023 tentang Badan Karantina Indonesia,” ujar Drama. (**)











