Implementasi ASTA CITA Ke-7 Presiden RI : Barantin dan KPK Perkuat Budaya Kerja Antikorupsi ASN

Foto : Kepala Badan Karantina Indonesia Sahat M Panggabean resmi membuka penyelenggaraan Pelatihan Budaya Kerja dan Integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Barantin, (sumber : Biro Hukum dan Humas Sekretariatan Umum Barantin).

Cakrawalaasia.news, BEKASI – Badan Karantina Indonesia (Barantin) menegaskan komitmennya dalam mendukung implementasi ASTA CITA ke-7 Presiden Republik Indonesia, yaitu memperkuat pencegahan dan pemberantasan korupsi, melalui penyelenggaraan Pelatihan Budaya Kerja dan Integritas bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Barantin.

Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, secara resmi membuka pelatihan yang diselenggarakan secara hybrid pada hari Selasa (7/4) di Cikarang Barat, Bekasi. Kegiatan ini merupakan kolaborasi strategis perdana antara Barantin dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam arahannya, Sahat menegaskan bahwa penguatan budaya kerja antikorupsi merupakan bagian integral dari pembangunan kelembagaan Barantin sebagai institusi baru yang memiliki peran strategis dalam sistem pertahanan negara nonmiliter.

“Pelatihan ini merupakan langkah konkret dalam membangun ekosistem antikorupsi yang kuat dan berkelanjutan di lingkungan Barantin. Seluruh ASN harus memiliki komitmen yang sama dalam menjunjung tinggi integritas dan profesionalisme,” tegasnya.

Sahat juga menyampaikan bahwa pembentukan Barantin tidak terlepas dari inisiatif Tim Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), sebagai bagian dari upaya sistematis dalam menutup celah praktik-praktik yang tidak sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

“Sebagai institusi yang baru terbentuk, Barantin harus menjadikan budaya kerja antikorupsi ini sebagai fondasi utama dan legacy organisasi. Hal ini sejalan dengan ASTA CITA ke-7 Presiden, yang menekankan pentingnya penguatan pencegahan dan pemberantasan korupsi,” ujarnya.

Deputi Bidang Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK, Wawan Nurdiawan, yang hadir sebagai narasumber, menyampaikan apresiasi atas komitmen Barantin dalam membangun budaya integritas. Ia juga menyebutkan bahwa Barantin menjadi instansi pertama yang memanfaatkan Learning Management System (LMS) KPK versi terbaru pada tahun 2026.

“Kami mengapresiasi komitmen pimpinan dan seluruh ASN Barantin dalam menginternalisasi nilai-nilai antikorupsi. Ini merupakan langkah strategis dalam menciptakan Generasi Antikorupsi atau Gen-AKSI di lingkungan kerja,” ujarnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk membekali pejabat perkarantinaan dengan nilai-nilai antikorupsi yang kokoh sebagai landasan dalam menjalankan tugas dan kewenangan negara secara profesional dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Karantina, Wisnu Wasisa Putra, dalam laporannya menyampaikan bahwa sebanyak 5.975 ASN Barantin akan mengikuti pelatihan secara daring pada 20 April hingga 1 Juli 2026. Sebelumnya, peserta akan mengikuti bimbingan teknis penggunaan LMS KPK pada 15 April 2026. Program pembelajaran dilaksanakan melalui Kelas Pembelajaran Online (e-learning) menggunakan platform LMS KPK, yang mencakup materi Pengetahuan Dasar Antikorupsi dan Integritas (PADI).

Dampak Strategis Penguatan Budaya Antikorupsi

Sebagai bagian dari implementasi ASTA CITA ke-7 Presiden, program ini diharapkan tidak hanya berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi gerakan berkelanjutan dalam membangun budaya integritas di lingkungan Barantin. Para peserta didorong untuk menjadi agen perubahan (agent of change) di unit kerja masing-masing, dengan peran aktif dalam menyebarluaskan nilai-nilai antikorupsi serta mendorong terciptanya lingkungan kerja yang bersih, transparan, dan akuntabel.

“Melalui penguatan kapasitas SDM dalam budaya kerja dan integritas, fungsi pengawasan di lingkungan Barantin akan semakin objektif, profesional, dan akuntabel, sehingga mampu mewujudkan layanan publik yang cepat, tepat, dan transparan,” tutup Sahat. (**)

Penulis: Siaran Pers Badan Karantina Indonesia Nomor: 0304/R-Barantin/04.2026 Cikarang, 7 April 2026

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *