DJKI–DKPTO Berlanjut, 72 Produk Indikasi Geografis Dibidik Masuk Eropa

Foto : Dirjen KI Hermansyah Siregar dan Duta Besar Republik Indonesia untuk Denmark, Siti Nugraha Maulidiah, (sumber : Ditjen KI)

Cakrawalaasia.news, Jakarta – Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum memastikan kerja sama dengan Danish Patent and Trademark Office (DKPTO) akan berlanjut pada 2026.

Kelanjutan kolaborasi ini difokuskan pada perluasan ekspansi produk indikasi geografis Indonesia ke pasar Eropa, dengan target 72 produk indikasi geografis dapat dikenalkan dan masuk ke pasar tersebut hingga 2027.

“Target kami pada 2026 hingga 2027 ada 72 produk Indikasi Geografis yang dikenalkan ke pasar Eropa. Harapannya, produk tersebut tidak hanya dikenal, tetapi benar-benar bisa masuk ke pasar Eropa dan meningkatkan nilai ekonominya,” ujar Hermansyah di Gedung DJKI, Jakarta, Selasa, 27 Januari 2026.

Ia menjelaskan, di tahun ini DJKI akan melakukan kurasi terhadap produk indikasi geografis, khususnya bagi produk dengan tingkat peminat tinggi di Eropa, termasuk Denmark. Produk-produk tersebut nantinya diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi indikasi geografis Indonesia ke pasar Eropa.

Selain itu, kerja sama DJKI–DKPTO juga diarahkan untuk mendorong pengembangan indikasi geografis berbasis pariwisata melalui kolaborasi lintas sektor.

Melalui nota kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata terkait Creative Intellectual Tourism, lokasi asal produk indikasi geografis akan dikembangkan sebagai destinasi wisata tematik.

“Contohnya seperti produk indikasi geografis Lada Putih Muntok (Bangka Belitung) atau Kopi Arabika Gayo (Aceh) tidak hanya dipromosikan produknya, tetapi juga lokasi pembuatannya. Ke depan akan disusun rute pariwisata agar wisatawan Eropa bisa datang langsung ke daerah asal produk tersebut,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Duta Besar Republik Indonesia untuk Denmark, Siti Nugraha Maulidiah, menyambut baik kelanjutan kerja sama antara DJKI dan DKPTO.

Ia menilai kolaborasi yang telah berjalan selama ini memberikan manfaat nyata dan perlu terus diperkuat untuk mendukung peningkatan kualitas kekayaan intelektual nasional.

“Kerja sama yang sudah berjalan selama ini manfaatnya benar-benar bisa kami rasakan. Ke depan, kami berharap kolaborasi ini dapat terus meningkatkan kualitas paten Indonesia agar semakin bonafide dan memiliki daya saing,” ujar Siti Nugraha Maulidiah.

Kerja sama DJKI dengan DKPTO akan difokuskan pada sejumlah agenda, antara lain pelaksanaan seminar di lima kota besar, peningkatan kapasitas kantor wilayah, serta program benchmarking ke DKPTO.

Melalui keberlanjutan kerja sama ini, DJKI berharap penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan paten, serta perluasan produk indikasi geografis ke pasar Eropa dapat berjalan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan. (**)

Penulis: Humas Ditjen KI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *