“Dikerjakan Asal Jadi”, Proyek Pengerasan Jalan Produksi di Afdeling III Kebun Ajamu 1 Tuai Sorotan

Foto : Pengerjaan proyek pengerasan badan jalan produksi milik PTPN IV Regional II di Afdeling III Kebun Ajamu 1, (ist/Nas)

Cakrawalaasia.news, LABUHANBATU – Pengerjaan proyek pengerasan badan jalan produksi milik PTPN IV Regional II di Afdeling III Kebun Ajamu 1 menuai kritik keras dari berbagai pihak.

Proyek yang dikerjakan oleh CV Rajawali Dharma tersebut diduga tidak memenuhi standar kualitas, sehingga menimbulkan kekecewaan dan kekhawatiran di lapangan, Senin (13/04/2026).

Berdasarkan pantauan awak media, proyek pengerasan jalan dengan spesifikasi lebar 3 meter dan panjang 450 meter itu memiliki ketebalan total 20 cm, terdiri dari 10 cm tanah baru dan 10 cm batu pitrun. Namun, kondisi fisik di lapangan justru menunjukkan hasil yang jauh dari harapan.

Material yang digunakan diduga tidak sesuai standar. Permukaan jalan tampak becek dan lembek saat diguyur hujan, mengindikasikan kualitas pengerasan yang buruk. Bahkan, campuran material disebut tidak proporsional, di mana kandungan tanah lebih dominan dibandingkan batu, sehingga kekuatan struktur jalan dipertanyakan.

Awak media mencoba mengonfirmasi pelaksana lapangan berinisial Anipar melalui sambungan telepon seluler, namun tidak mendapat respons. Saat didatangi ke lokasi proyek, yang bersangkutan juga tidak berada di tempat.

Seorang operator alat berat di lokasi membenarkan, bahwa Anipar merupakan pelaksana proyek dari pihak vendor.

“Benar bang, pelaksananya bang Anipar, coba abang hubungi dia,” ujarnya singkat.

Operator tersebut juga menjelaskan rincian pekerjaan yang sedang berlangsung, yakni panjang jalan 450 meter, lebar 3 meter, dengan ketebalan total 20 cm yang terdiri dari lapisan tanah dan batu pitrun masing-masing 10 cm.

Sementara itu, Pengawas Teknik lapangan, Sandi, mengaku telah mengingatkan pihak pelaksana agar tidak sembarangan dalam menggunakan material.

“Sudah kita beritahu bang sama pelaksananya, jangan asal-asalan dalam menggunakan material. Nanti orang media masuk mantau gimana,” ungkap Sandi menirukan peringatannya kepada pelaksana.

Namun demikian, peringatan tersebut tampaknya tidak diindahkan secara maksimal, terbukti dari kondisi pekerjaan yang dinilai jauh dari standar kualitas yang seharusnya.

Di sisi lain, Manager Kebun Ajamu 1, Yoga Lesmana, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (11/12/2026) terkait proyek tersebut, hingga kini belum memberikan tanggapan maupun penjelasan resmi.

Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan proyek pengerasan jalan produksi di Afdeling III Kebun Ajamu 1 masih menjadi sorotan. Situasi ini menimbulkan pertanyaan serius terkait pengawasan dan tanggung jawab pihak-pihak terkait dalam memastikan penggunaan anggaran serta mutu pekerjaan di lapangan. (*)

Penulis: Nr/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *