Di Aceh, Kementan Perkuat Hilirisasi Dorong Kemandirian Pangan dan Peran Peternak Rakyat

Foto : Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perkebunan, memperkuat pengembangan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi Tahap I di 13 provinsi, salah satunya Provinsi Aceh. (sumber : Ditjen PKH Kementan-RI).

Cakrawalaasia.news, Aceh – Kementerian Pertanian Republik Indonesia bersama PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group, sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor perkebunan, memperkuat pengembangan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi Tahap I di 13 provinsi, salah satunya Provinsi Aceh.

Program strategis ini merupakan bagian dari upaya nasional untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, serta mendorong peran peternak rakyat melalui pengembangan industri unggas terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Penguatan program hilirisasi ayam terintegrasi tersebut dilaksanakan melalui rangkaian kunjungan kerja di Aceh yang berlangsung pada 28 hingga 30 Desember 2025, dengan memanfaatkan sejumlah lokasi strategis yang disiapkan untuk mendukung pengembangan industri perunggasan terintegrasi di wilayah tersebut.

Di Kabupaten Aceh Besar, pengembangan diarahkan pada pemanfaatan kawasan Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU HPT) Indrapuri serta wilayah Ie Se’um sebagai fondasi utama pengembangan industri ayam terintegrasi, mulai dari penyediaan bibit hingga penguatan sarana pendukung produksi.

Pada kawasan BPTU HPT Indrapuri, pengembangan difokuskan pada pembangunan fasilitas Parent Stock (PS) Farm atau peternakan induk ayam sebagai basis penyediaan bibit unggas berkualitas. Keberadaan unit pelaksana teknis Kementerian Pertanian ini dinilai strategis dalam menjamin kualitas produksi sektor hulu serta mendukung keberlanjutan industri perunggasan nasional, khususnya di Aceh.

Kepala BPTU HPT Indrapuri, Yanhendri, pada saat ditemui dalam kunjungan kerjanya di BPTU HPT Indrapuri, Minggu (28/12/2025) menyatakan, bahwa pihaknya berkomitmen penuh mendukung dan menyukseskan program hilirisasi ayam terintegrasi tersebut.

“BPTU HPT Indrapuri sebagai representasi kehadiran Kementerian Pertanian pada sektor peternakan di Aceh, berkomitmen penuh mendukung dan menyukseskan program hilirisasi peternakan unggas di wilayah Aceh,” ujarnya.

Ia menegaskan, BPTU HPT Indrapuri siap mendukung kegiatan ini dari awal hingga akhir pelaksanaan. Menurutnya, program tersebut diyakini mampu mendongkrak peran peternak rakyat melalui peran Koperasi Merah Putih sebagai wadah penampungnya dalam menciptakan kemandirian pangan serta memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya di sektor peternakan.

Yanhendri juga menilai program ini sebagai bentuk kolaborasi strategis lintas sektor. Ia menyebutkan, program tersebut melibatkan sinergi antara Kementerian Pertanian, Danantara sebagai mitra pendanaan strategis, PT Perkebunan Nusantara Group sebagai BUMN, investor swasta, serta seluruh pemangku kepentingan terkait. BPTU HPT Indrapuri, lanjutnya, siap terlibat aktif dalam setiap tahapan pelaksanaan program.

Selain Aceh Besar, rangkaian penguatan program juga mencakup wilayah Kota Langsa, dengan pemanfaatan lahan milik PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) Regional VI sebagai bagian dari pengembangan klaster industri ayam terintegrasi di Aceh.

Sekretaris Daerah Kota Langsa, Suhartini, pada saat kunjungan kerja di Kota Langsa (30/12/2025), menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap pelaksanaan program tersebut. “Pemerintah Kota Langsa siap mendukung dan bersinergi agar pengembangan industri ayam terintegrasi ini dapat berjalan optimal serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah,” ujar Suhartini.

Melalui penguatan hilirisasi ayam terintegrasi ini, Kementerian Pertanian bersama PT Perkebunan Nusantara Group menegaskan komitmennya dalam membangun industri peternakan unggas yang modern, efisien, dan berdaya saing.

Program ini diharapkan menjadi motor penggerak kemandirian pangan, peningkatan kesejahteraan peternak rakyat, serta penguatan peran Aceh sebagai salah satu pusat pengembangan industri unggas nasional. (**)

Penulis: Ditjen PKH Kementan-RI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *