Cakrawalaasia.news, Malang – Pengembangan peternakan modern kini semakin mengandalkan teknologi reproduksi seperti inseminasi buatan (IB) untuk meningkatkan produktivitas ternak sapi dan kambing.
Pemanfaatan teknologi ini memungkinkan pengelolaan pejantan unggul, peningkatan kualitas reproduksi, serta efisiensi pemeliharaan ternak, sehingga berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan baik di tingkat nasional maupun internasional.
Untuk itu, delegasi Brunei Darussalam mengunjungi Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari, Kementerian Pertanian, Jawa Timur, pada 29–31 Januari 2026 lalu, untuk mempelajari pengembangan peternakan dan menjajaki kerja sama pemanfaatan teknologi inseminasi buatan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional Brunei Darussalam.
Aris Sutomo, Kepala Bagian Umum BBIB Singosari mengatakan, “BBIB Singosari siap mendukung pengembangan peternakan di Brunei Darussalam melalui penyediaan semen beku dari pejantan unggul serta pendampingan teknis dalam pengembangan pusat breeding. Kami berharap kerja sama ini dapat meningkatkan kualitas reproduksi ternak dan mendukung ketahanan pangan regional.”
Selama kunjungan, delegasi mempelajari sistem pembiakan sapi dan kambing melalui teknologi inseminasi buatan, manajemen pakan ternak, serta penerapan standar kebersihan dan keamanan kandang sebagai persiapan pengembangan pusat breeding di Brunei Darussalam.
Mohd Norfaidzal bin Hj Zainuddin, Pimpinan Syarikat Mohd Norfaidzal Bin Haji Zainuddin menyampaikan, “Kami sangat mengapresiasi pendampingan dari BBIB Singosari. Kunjungan ini memberikan gambaran teknis yang jelas dan akan menjadi dasar pengembangan peternakan di Brunei Darussalam.”
Kunjungan ini menegaskan peran BBIB Singosari tidak hanya untuk penguatan peternakan nasional, tetapi juga sebagai mitra kerja sama internasional melalui transfer teknologi dan pengembangan kapasitas di bidang peternakan. (**)











