Cakrawalaasia.news, KOTA TANGERANG – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang selaku Walidata Statistik Sektoral kembali memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Diskominfo menggelar pelatihan pemanfaatan Big Data bagi seluruh jajaran internal, dengan tujuan sebagai langkah awal transformasi data digital yang lebih modern, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan ini merupakan, kelanjutan dari rangkaian program penguatan statistik sektoral setelah sebelumnya sukses menyelenggarakan pelatihan Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) tahun lalu.
Tahun 2026 ini, fokus utama diarahkan pada penguasaan teknik Big Data, mulai dari proses pengumpulan data hingga analisis tingkat lanjut.
Kepala Diskominfo Kota Tangerang, Mugiya Wardhany mengungkapkan, bahwa pelatihan ini merupakan respon cepat atas capaian statistik kota tahun sebelumnya.
Dengan menggandeng para pakar dari Politeknik Statistika (STIS) serta mendapat dukungan penuh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang.
Meskipun Kota Tangerang berhasil meraih peringkat ke-3 nasional kategori Kota pada Indeks Pembangunan Statistik (IPS) 2024 dengan nilai 3,07 dan Indeks Satu Data Indonesia sebesar 75,18 (Baik), namun sektor pemanfaatan Big Data masih perlu dioptimalkan.
“Nilai pemanfaatan Big Data kita masih di angka 1.0. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi kita semua. Melalui pelatihan yang akan kita selenggarakan sepanjang tahun 2026 ini, kita targetkan nilai tersebut meningkat signifikan seiring dengan peningkatan pemahaman pegawai,” ujarnya.
Diskominfo Kota Tangerang sendiri, telah menjadi pilot project dalam implementasi teknologi ini salah satunya, melalui analisis sentimen masyarakat di media sosial yang telah dilakukan akhir tahun lalu.
Lebih lanjut, pelatihan kali ini diwajibkan bagi perwakilan seluruh Bidang, Sekretariat, dan UPT agar pemahaman mengenai Big Data merata sebelum nantinya disosialisasikan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Tangerang.
“Kami berharap kolaborasi dengan STIS dan BPS dapat membantu para pegawai menghasilkan produk Big Data yang konkret. Tujuannya jelas: agar pengambilan keputusan dan perencanaan pembangunan di Kota Tangerang didasarkan pada kebutuhan riil masyarakat sehingga program pemerintah lebih tepat sasaran,” tambahnya. (**)











