Cakrawalaasia.news, Jakarta – Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) bersama Kementerian dan Lembaga terkait, rapat koordinasi membahas Strategi Pencapaian Nilai Target Asia Power Index, yang menjadi bagian penting dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2029.
Asisten Deputi Kekuatan, Kemampuan dan Kerja Sama Pertahanan Kemenko Polkam, Brigjen TNI (Mar.) Kresno Pratowo menekankan pentingnya sinkronisasi strategi lintas kementerian dan lembaga dalam pencapaian target Asia Power Index (API), khususnya pada dua indikator utama yaitu military capability (kemampuan militer) dan diplomatic influence (pengaruh diplomasi).
Data terkini menunjukkan bahwa pada tahun 2024, nilai Military Capability Index Indonesia berada pada peringkat ke-13 dengan skor 15,7.
“Melalui strategi yang terintegrasi, target kenaikan ditetapkan menjadi 16 pada 2025 dan secara bertahap hingga 20 pada 2029. Sementara itu, untuk indikator Diplomatic Influence, nilai Indonesia pada tahun 2024 berada di angka 65,6, dengan target peningkatan menjadi 66,1 pada tahun 2029,” kata Kresno, Rabu (20/8/2025).
Selain itu, turut juga dibahas mengenai penambahan personel TNI yang saat ini berjumlah 458.201 menjadi 847.654 personel pada 2029, modernisasi alutsista di ketiga matra, termasuk pengadaan rudal, fregat, hingga 42 unit pesawat tempur Rafale.
Kemudian juga penguatan Komponen Cadangan (Komcad) dan Komponen Pendukung (Komduk) dalam mendukung ketahanan nasional, baik pada aspek pertahanan militer maupun non-militer, serta peran diplomasi Indonesia di forum internasional (ADMM, ARF, East Asia Summit, PBB) guna memperkuat pengaruh Indonesia dalam percaturan global.
Kresno menegaskan, pencapaian target Asia Power Index bukan semata persoalan militer, tetapi juga melibatkan aspek diplomasi, ekonomi, serta koordinasi lintas sektor.
“RPJMN 2025-2029 menempatkan pertahanan pada prioritas nasional kedua. Oleh karena itu, strategi pencapaian Asia Power Index harus direncanakan secara terpadu, terukur, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan. Target yang ditetapkan bukan hanya angka, tetapi cerminan daya saing bangsa di tingkat regional maupun global,” tegas Kresno
Ada beberapa poin penting yang disepakati dalam pertemuan tersebut. Pertama, Asia Power Index akan digunakan sebagai acuan resmi dalam RPJMN 2025–2029. Kedua, seluruh kementerian dan lembaga terkait diminta mendukung arah pembangunan postur pertahanan menuju Overall Essential Force (OEF).
Ketiga, perlu penyusunan regulasi serta koordinasi yang lebih erat antara Kemhan, TNI, dan Kemlu dengan Bappenas dalam penyusunan strategi pencapaian target API. Keempat, data yang dipublikasikan kepada publik harus bersifat umum dan tidak terlalu detail, mengingat Asia Power Index merupakan indikator yang dikonsumsi publik.
Kemenko Polkam menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat daya saing Indonesia di kawasan Asia. Pencapaian target Asia Power Index bukan hanya menjadi indikator keberhasilan pembangunan pertahanan, tetapi juga menjadi ukuran pengaruh Indonesia dalam percaturan diplomasi internasional.
“Sinergi lintas kementerian/lembaga merupakan kunci agar target Asia Power Index dapat tercapai, sejalan dengan arahan Presiden untuk mewujudkan Indonesia yang tangguh, berdaulat, dan berpengaruh di tingkat global,” kata Kresno.**
Sumber : Humas Kemenko Polkam-RI (SIARAN PERS NO. 354/SP/HM.01.02/POLKAM/8/2025).