Cakrawalaasia.news, Lombok – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi menegaskan pentingnya menciptakan ekosistem yang mendukung transformasi perempuan warga binaan menjadi individu yang mandiri dan berdaya saing pasca pembinaan.
Hal ini disampaikannya dalam penutupan Program She Inspire, Sinergi Berdaya: Bersinar Bangkit Bersama Tahun 2025 di Lembaga Pemasyarakatan Perempuan (LPP) Kelas III Mataram, Nusa Tenggara Barat.
“Kami tidak ingin perempuan warga binaan kembali ke masyarakat dalam kondisi rentan. Kami ingin mereka pulang sebagai agen perubahan, mandiri secara ekonomi, kuat secara mental, dan mampu memberikan kontribusi bagi keluarga dan komunitasnya. Oleh karena itu, kami mengapresiasi pelaksanaan program unggulan Sisternet She Inspire,” tegas Menteri PPPA.
Program She Inspire merupakan bentuk komitmen Kemen PPPA dan PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk untuk mendukung pemenuhan hak dan penguatan kapasitas perempuan warga binaan. Program ini telah menjangkau 500 perempuan di 10 lokasi percontohan, termasuk LPP Mataram sebagai titik penutup pelatihan tahun ini.
Di LPP Mataram, peserta mengikuti pelatihan hard skill seperti pembuatan kue marble dan kerajinan lukis scarf, dan soft skill berupa manajemen keuangan rumah tangga dan strategi memulai usaha mikro.
Sebagai bagian dari kunjungan dan bentuk perhatian terhadap warga binaan, Menteri PPPA juga menyerahkan bantuan perlengkapan anak dan perempuan kepada beberapa penghuni LPP. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kebutuhan dasar sekaligus menjadi simbol kepedulian dan dukungan dalam proses pemberdayaan.
Director & Chief People Officer XLSMART, Jeremiah Ratadhi menyampaikan program ini bukan hanya pelatihan keterampilan, tetapi gerakan pemberdayaan perempuan berbasis teknologi dan digitalisasi.
“Penutupan ini bukan akhir, melainkan awal dari pendampingan bagi perempuan warga binaan pasca pembinaan. Kami percaya setiap perempuan punya potensi untuk bangkit dan berdaya. She Inspire ingin membuka akses seluas-luasnya agar mereka kembali ke masyarakat dengan keterampilan, kepercayaan diri, dan harapan atau peluang baru,” jelas Jeremiah.
Selepas pelatihan, She Inspire akan memasuki fase lanjutan bagi warga binaan yang masa hukumannya telah berakhir, yakni berupa inkubasi ide usaha, pelatihan literasi keuangan tingkat lanjut, pendampingan promosi produk, hingga akses pemasaran ke pasar digital yang akan dikolaborasikan dengan Balai Pemasyarakatan.
KemenPPPA dan XLSMART juga berkomitmen untuk memperluas jangkauan program hingga mencakup seluruh lapas perempuan di Indonesia hingga akhir 2026 dengan model intervensi yang lebih tematik, kolaboratif, dan berkelanjutan.**
Sumber : Biro Humas dan Umum Kementerian PPA.